Jejak Panjang Sang Penggebuk Drum: Yaya Moektio Tutup Usia, Musisi Senior Kenang Dedikasinya
Pada 2009, Yaya kembali bersentuhan dengan God Bless ketika ia resmi bergabung menggantikan Gilang Ramadhan. Bersama band rock legendaris itu, ia turut merekam album Godbless 36th. Meski kemudian digantikan oleh Fajar Satritama pada 2012, kontribusinya tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan band tersebut.
Kepergian Yaya Moektio meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak yang tak terlupakan. Para musisi yang pernah bersamanya sepakat bahwa Yaya adalah simbol dedikasi dan totalitas dalam bermusik. Ia bukan hanya seorang drummer, tetapi penjaga semangat bagi banyak musisi di generasinya maupun setelahnya.
Musik Indonesia tak hanya kehilangan seorang pemain drum, tetapi seorang tokoh yang hidup sepenuhnya untuk dunia yang dicintainya. Sosoknya mungkin telah pergi, namun hentakan ritme dan dedikasi yang ia wariskan akan terus mengalun dalam sejarah musik tanah air. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!