"Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia
Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri. /visi.news/ist
VISI.NEWS — "Anak Muda Indonesia, Ingat!! Keyakinan, Keteguhan, Keberanian, Kesabaran HARUS selalu ada dalam sanubarimu. Empat ini jadi satu yang disebut: Kebenaran Pasti Menang (Satyam Eva Jayate)." Pesan itulah yang secara khusus ditulis Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri sebagai amanat bagi generasi muda Indonesia saat mengunjungi pameran sejarah dan arsip foto "Meretas Jalan Demokrasi" di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Tak hanya menyampaikan pesan kepada generasi muda, Megawati juga menitipkan pesan bagi seluruh warga negara Indonesia. Dalam tulisan yang dibuat menggunakan pena putih di atas dinding hitam ruang pameran itu, ia menegaskan pentingnya kesetaraan di hadapan hukum.
"Untuk waega negara Indonesia: Warganegara mempunyai Hak yang sama dimata Hukum!!!" tulis Megawati, kemudian membubuhkan tanda tangan disertai keterangan "Megawati Soekarnoputri - Presiden Ke-5 RI" dan tanggal penulisan.
Pesan tersebut ditulis Megawati usai menyaksikan rangkaian dokumentasi sejarah mengenai perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk peristiwa penyerangan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli. Peristiwa itu menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah politik Indonesia karena menimbulkan bentrokan yang menelan korban jiwa dan luka serta menjadi simbol perlawanan terhadap tekanan politik pada masa itu.
Selama lebih dari 30 menit, Megawati menyaksikan tayangan video dokumenter yang menampilkan berbagai rekaman peristiwa Kudatuli. Putri Proklamator RI Soekarno itu tampak memperhatikan setiap cuplikan gambar dengan serius. Ekspresi haru juga terlihat ketika tayangan memperlihatkan para pendukungnya yang menjadi korban kekerasan dalam peristiwa tersebut.
Dalam kunjungan itu, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo. Turut hadir Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pemikir kebhinekaan Sukidi, serta budayawan Butet Kartaredjasa yang bersama-sama mengikuti jalannya pameran sejarah tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!