Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026 Iran Hentikan Serangan Balasan, Peluang Dialog dengan AS Kembali Terbuka 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026 Iran Hentikan Serangan Balasan, Peluang Dialog dengan AS Kembali Terbuka 27 Jul 2026

"Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia

ED
PN
Senin, 27 Juli 2026 | 11:28 WIB
Bagikan
"Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri. /visi.news/ist

VISI.NEWS — "Anak Muda Indonesia, Ingat!! Keyakinan, Keteguhan, Keberanian, Kesabaran HARUS selalu ada dalam sanubarimu. Empat ini jadi satu yang disebut: Kebenaran Pasti Menang (Satyam Eva Jayate)." Pesan itulah yang secara khusus ditulis Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri sebagai amanat bagi generasi muda Indonesia saat mengunjungi pameran sejarah dan arsip foto "Meretas Jalan Demokrasi" di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Tak hanya menyampaikan pesan kepada generasi muda, Megawati juga menitipkan pesan bagi seluruh warga negara Indonesia. Dalam tulisan yang dibuat menggunakan pena putih di atas dinding hitam ruang pameran itu, ia menegaskan pentingnya kesetaraan di hadapan hukum.

"Untuk waega negara Indonesia: Warganegara mempunyai Hak yang sama dimata Hukum!!!" tulis Megawati, kemudian membubuhkan tanda tangan disertai keterangan "Megawati Soekarnoputri - Presiden Ke-5 RI" dan tanggal penulisan.

Pesan tersebut ditulis Megawati usai menyaksikan rangkaian dokumentasi sejarah mengenai perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk peristiwa penyerangan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli. Peristiwa itu menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah politik Indonesia karena menimbulkan bentrokan yang menelan korban jiwa dan luka serta menjadi simbol perlawanan terhadap tekanan politik pada masa itu.

Selama lebih dari 30 menit, Megawati menyaksikan tayangan video dokumenter yang menampilkan berbagai rekaman peristiwa Kudatuli. Putri Proklamator RI Soekarno itu tampak memperhatikan setiap cuplikan gambar dengan serius. Ekspresi haru juga terlihat ketika tayangan memperlihatkan para pendukungnya yang menjadi korban kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Dalam kunjungan itu, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo. Turut hadir Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pemikir kebhinekaan Sukidi, serta budayawan Butet Kartaredjasa yang bersama-sama mengikuti jalannya pameran sejarah tersebut.

Usai menyaksikan dokumentasi, Megawati menghampiri salah satu sudut ruang pameran yang telah disiapkan sebagai media bagi para tokoh untuk meninggalkan pesan. Ia kemudian meminta disiapkan dingklik atau tangga kecil agar dapat menulis di bagian atas dinding hitam.

Momen itu menarik perhatian para pengunjung. Prananda terlihat berdiri tepat di belakang ibundanya sambil memegang punggung Megawati untuk membantu menjaga keseimbangan saat mantan presiden itu mulai menuliskan pesan menggunakan pena berwarna putih.

Selama Megawati menulis, Prananda bersama Hasto dan jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan menunggu hingga seluruh kalimat selesai ditorehkan. Setelah itu, Megawati dan Prananda berfoto bersama dengan latar belakang tulisan yang berisi pesan kepada generasi muda dan masyarakat Indonesia tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media, Megawati menjelaskan alasan mengapa ia memilih menandatangani pesan itu sebagai Presiden Kelima Republik Indonesia, bukan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Menurutnya, pesan tersebut ditujukan untuk seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda yang kelak akan melanjutkan perjalanan bangsa.

"Karena yang mestinya nanti membawa sejarah bangsa ini ya kalian ini loh, nih muda-muda ini! Tolong jangan melongo! Mikir! Dan masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi Indonesia," kata Megawati.

Megawati menilai generasi muda memegang peranan penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, ia mengingatkan agar anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi memiliki keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat nilai yang ditulis Megawati itu kemudian dirangkum dalam ungkapan "Satyam Eva Jayate", yang dimaknainya sebagai keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang. Menurutnya, nilai tersebut harus tertanam dalam hati setiap generasi muda agar Indonesia memiliki penerus yang berintegritas, berani memperjuangkan kebenaran, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Melalui pesan singkat yang ditinggalkan di ruang pameran sejarah itu, Megawati tidak hanya mengajak generasi muda memahami perjalanan demokrasi Indonesia, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, menjunjung supremasi hukum, serta mempertahankan harga diri sebagai bangsa yang merdeka.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.