Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026

Jabar Darurat PHK! Ribuan Buruh Tumbang di Awal 2026

ED
Rabu, 15 April 2026 | 05:26 WIB
Bagikan
Jabar Darurat PHK! Ribuan Buruh Tumbang di Awal 2026

Dalam periode Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 8.389 pekerja kehilangan pekerjaan. /visi.news/ai

VISI.NEWS | BANDUNG - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantam Provinsi Jawa Barat dengan angka tertinggi secara nasional pada triwulan pertama 2026. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, tercatat sebanyak 8.389 pekerja kehilangan pekerjaan dalam periode Januari hingga Maret 2026.

Data yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan dan diolah oleh Pusdatik per 6 April 2026 menunjukkan lonjakan PHK paling tinggi terjadi pada Januari dengan 4.590 kasus. Angka ini kemudian menurun menjadi 3.273 kasus pada Februari, dan turun drastis di Maret menjadi 526 kasus. Meski tren menurun mulai terlihat, jumlah keseluruhan tetap mencerminkan tekanan besar di sektor ketenagakerjaan.

Seluruh pekerja yang terdampak PHK tersebut tercatat sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), yang menjadi jaring pengaman sosial bagi korban pemutusan hubungan kerja. Program ini diharapkan mampu membantu pekerja bertahan secara ekonomi sambil mencari pekerjaan baru.

Secara wilayah, Jawa Barat mencatat angka PHK tertinggi dibanding provinsi lain, yakni mencapai 1.721 orang hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan tekanan signifikan pada sektor industri dan manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Penurunan tajam pada bulan Maret memberi sedikit harapan bahwa gelombang PHK mulai mereda. Namun, para pengamat menilai kondisi ini belum sepenuhnya stabil. Faktor global seperti perlambatan ekonomi, ketidakpastian geopolitik, hingga tekanan biaya produksi masih berpotensi memicu gelombang PHK lanjutan.

Di sisi lain, pemerintah didorong untuk memperkuat kebijakan perlindungan tenaga kerja serta menciptakan lapangan kerja baru. Transformasi industri dan digitalisasi juga dinilai menjadi kunci untuk menyerap kembali tenaga kerja yang terdampak.

Situasi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk bergerak cepat. Tanpa langkah strategis yang konkret, Jawa Barat berisiko terus menjadi episentrum PHK nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.