Iran Serukan AS Akui Kekalahan Perang: Terimalah Kenyataan!
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran./visi.news/shutterstock.
Teheran menyatakan penutupan Selat Hormuz dilakukan sebagai respons terhadap gelombang serangan Amerika Serikat bersama Israel yang dimulai pada akhir Februari 2026. Berbagai upaya diplomasi untuk membahas pembukaan kembali jalur perairan tersebut disebut belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Ketegangan kembali meningkat setelah Trump menyampaikan pernyataan terkait status Selat Hormuz pada Jumat (14/8/2026).
Trump mengatakan dirinya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah mengalahkan Iran dalam perang. Ia juga menyatakan Angkatan Laut AS telah memberlakukan blokade total terhadap jalur tersebut.
"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," tegas Trump saat berbicara dalam kunjungannya ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York.
Trump juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan. Ia menyatakan "tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya".
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Bisa Direbut
Gharibabadi kemudian merespons pernyataan Trump dengan menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya melalui pernyataan maupun kekuatan militer.
"Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya melalui sebuah cuitan atau dengan kapal induk, ataupun dengan mengeluarkan perintah, atau dengan menyampaikan pidato kampanye pemilu," tegas Gharibabadi dalam pernyataannya.
Ia juga menyatakan Iran tidak akan terpengaruh oleh ancaman maupun demonstrasi kekuatan dari Amerika Serikat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!