Iran Serukan AS Akui Kekalahan Perang: Terimalah Kenyataan!

Desi Rossilawati
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:23 WIB
Bagikan
Iran Serukan AS Akui Kekalahan Perang: Terimalah Kenyataan!

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran./visi.news/shutterstock.

VISI.NEWS - Iran menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui kekalahan strategis dalam konflik yang melibatkan kedua negara. Seruan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah mengalahkan Iran dalam perang.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, seperti dilansir Press TV dan TRT World, Sabtu (15/8/2026), menegaskan bahwa justru Washington yang mengalami kekalahan dalam upaya memaksakan kehendaknya terhadap jalur perairan strategis tersebut.

"Terimalah kenyataan ini sekali dan untuk selamanya; sejauh ini, Anda telah mengalami kekalahan serius dan strategis," cetus Gharibabadi dalam pernyataan kepada AS melalui media sosial X pada Sabtu (15/8/2026).

Gharibabadi juga menegaskan posisi Iran terhadap Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran penting bagi pasokan minyak dan gas dunia.

"Selat Hormuz adalah milik Iran, saat ini milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran; selat ini hanya akan ditutup atau dibuka kembali atas perintah Iran," tegasnya.

Menurut Gharibabadi, Iran akan tetap memberlakukan blokade di Selat Hormuz selama Amerika Serikat belum mengakui apa yang disebutnya sebagai kekalahan dalam konflik tersebut.

"Dan selama Anda menolak untuk mengakui kenyataan soal kekalahan Anda dan terus terlena dalam delusi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade tersebut (di Selat Hormuz)," kata Wamenlu Iran tersebut dalam pernyataannya.

Selat Hormuz Jadi Titik Perselisihan Iran-AS

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas global. Jalur tersebut kemudian menjadi salah satu titik perselisihan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat yang terlibat konflik selama beberapa bulan terakhir.

Teheran menyatakan penutupan Selat Hormuz dilakukan sebagai respons terhadap gelombang serangan Amerika Serikat bersama Israel yang dimulai pada akhir Februari 2026. Berbagai upaya diplomasi untuk membahas pembukaan kembali jalur perairan tersebut disebut belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Ketegangan kembali meningkat setelah Trump menyampaikan pernyataan terkait status Selat Hormuz pada Jumat (14/8/2026).

Trump mengatakan dirinya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah mengalahkan Iran dalam perang. Ia juga menyatakan Angkatan Laut AS telah memberlakukan blokade total terhadap jalur tersebut.

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," tegas Trump saat berbicara dalam kunjungannya ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York.

Trump juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan. Ia menyatakan "tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya".

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Bisa Direbut

Gharibabadi kemudian merespons pernyataan Trump dengan menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya melalui pernyataan maupun kekuatan militer.

"Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya melalui sebuah cuitan atau dengan kapal induk, ataupun dengan mengeluarkan perintah, atau dengan menyampaikan pidato kampanye pemilu," tegas Gharibabadi dalam pernyataannya.

Ia juga menyatakan Iran tidak akan terpengaruh oleh ancaman maupun demonstrasi kekuatan dari Amerika Serikat.

"Iran tidak terintimidasi oleh ancaman-ancaman dan tidak ciut nyalinya dalam menghadapi aksi unjuk kekuatan," ucap Gharibabadi dalam pernyataan terpisah via media sosial X pada Jumat (14/8) waktu setempat.

Perselisihan mengenai Selat Hormuz menjadi bagian dari konflik Iran dan AS sejak akhir Februari 2026. Teheran bersikeras mempertahankan kendali atas pelayaran di jalur strategis tersebut, sementara Washington menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di perairan yang berbatasan dengan Iran dan Oman.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.