Iran Balas Ancaman Trump: Tuduh AS Rekayasa Kekacauan untuk Intervensi Militer
Ia menegaskan Iran tidak akan membiarkan ancaman terhadap kedaulatan negara. “Iran tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap kedaulatan atau integritas wilayahnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Iran tengah menghadapi tekanan internal yang berat. Gelombang protes anti-pemerintah terus berlangsung sejak bulan lalu seiring memburuknya kondisi ekonomi nasional. Melemahnya nilai tukar rial hingga dilaporkan menyentuh 145.000 per dolar AS telah memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan memperburuk daya beli masyarakat.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan terhadap kelompok yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata” yang memanfaatkan situasi ekonomi untuk memicu kekacauan.
Hingga berita ini diturunkan, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan yang disampaikan Teheran. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!