Investor Global Ramai Serukan Sell Indonesia, Nama Lama Kembali Muncul
Ilustrasi./visi.news/ist.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai mencermati kembali konsistensi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Asia Head of Rates and Foreign Exchange Strategy J.P. Morgan Private Bank di Hong Kong, Tang Yuxuan, menilai ketidakpastian politik domestik merupakan faktor yang lazim menjadi perhatian investor di negara berkembang.
"Ketidakpastian politik domestik adalah risiko khas pasar berkembang yang cenderung direspons oleh investor global dengan tetap berada di pinggir lapangan sampai prediktabilitas muncul kembali," ujar Tang Yuxuan.
Tekanan pasar juga tercermin dari pergerakan rupiah yang terus melemah. Selain itu, investor asing dilaporkan telah mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah Indonesia hingga Rp86 triliun sejak Agustus tahun lalu. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi di pasar saham dan valuta asing, tetapi juga merambah pasar surat utang negara.
Sejumlah pengelola investasi global turut menyoroti pentingnya kejelasan arah kebijakan pemerintah dan bank sentral untuk memulihkan kepercayaan pasar. Mereka menilai konsistensi kebijakan menjadi faktor utama yang akan menentukan apakah Indonesia mampu kembali menarik arus modal asing dalam jangka menengah hingga panjang.
Di tengah situasi tersebut, perhatian investor kini tertuju pada langkah pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi. Kejelasan kebijakan, koordinasi fiskal dan moneter, serta kemampuan menjaga kredibilitas pengelolaan ekonomi dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah sentimen pasar terhadap Indonesia ke depan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!