Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan
"Secara umum, investor kembali masuk ke market kripto, bersamaan dengan kinerja pasar modal yang juga mengalami kinerja positif. Investor yakin bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, ketika market kripto akan kembali bullish, sehingga mereka memutuskan untuk masuk meski masih ragu-ragu," kata Afid.
Selain dari sikap invetor ritel yang bersemangat untuk masuk ke market, ternyata dari sisi teknikal, aksi buy the dip yang dilakukan oleh whales juga berpengaruh untuk kenaikan harga. Buktinya, indikator Mayer Multiple menunjukkan bahwa skornya berada 50% di bawah level Moving Average (MA) BTC selama 200 hari.
Meski begitu, potensi market kripto untuk bullish dalam waktu dekat masih ada hambatan. Salah satu utamannya adalah Kekhawatiran atas resesi ekonomi kian nyata, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell kembali menegaskan, otoritas moneter AS tersebut bakal terus melawan inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan.
Secara teori, kenaikan suku bunga bakal mengurangi minat investor untuk menyimpan hartanya di aset beresiko seperti kripto, dan saham. Investor maupun ritel cenderung akan memilih institusi keuangan tradisional atau perbankan untuk menyimpan asetnya.
Menanti Titik Bottom Bitcoin
Titik bottom atau dasar dari penurunan harga Bitcoin saat ini menjadi hal yang paling nantikan. Pasalnya, bottom ini akan menjadi akhir dari penderitaan berlarut-larut dari bear market dan membawa angin segar ke industri kripto.
"Berkaca pada kejadian Bitcoin crash pada 2013 dan 2017, di mana nilai BTC anjlok hingga 80% dari titik tertingginya atau ATH di kedua tahun tersebut. Sementara itu, saat ini, Bitcoin berada di kisaran US$ 21.000, atau baru jatuh sekitar 75% dari titik tertingginya US$ 68.000 di November lalu. Sehingga, banyak analis berkeyakinan titik bottom BTC nanti akan juga turun 80% sama pada 2013 dan 2017," jelas Afid.
Pergerakan Bitcoin kini masih ditargetkan alami penurunan hingga level support US$ 19.000-US$ 15.500 dalam beberapa waktu ke depan. Level resistance BTC sekarang ada di nilai US$ 23.000. Prospek bearish juga tampak berlanjut untuk menemukan bottom yang sebenarnya, meski Bitcoin Fear & Greed Index sedikit membaiknya levelnya, walaupun masih bertahan di wilayah Extreme Fear.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!