Inovasi Pemkab Bandung, Launching Aplikasi WBS dan Simprodas: Wujudkan Pemerintahan Bersih, Damai dan Sejahtera
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini mengatakan dalam upaya mengahadapi Indonesia Emas, tidak cukup SDM (Sumber Daya Manusia) dan profesional saja.
"Tetapi kalau pengelolaan keuangan tak beres, tetap saja jadi masalah," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Bandung, Marlan Nirsyamsu, mengatakan maksud dan tujuan launching dan sosialisasi ini merupakan inovasi Inspektorat Daerah dalam rangka 100 hari kerja Bupati Bandung guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan lebih Bedas.
Yaitu melalui program Cinta Desa setiap tahun Inspektorat Daerah melaksanakan audit pengelolaan keuangan desa sebanyak 100 hingga 156 desa dari total 270 desa.
"Banyak permasalahan di desa menjadi atensi pimpinan yaitu Bupati Bandung. Dengan berlatarbelakang beberapa desa yang bermasalah dengan APH (Aparat Penegak Hukum), maka Inspektorat Daerah berinovasi membentuk Tim Consulting Desa yaitu 1 auditor mendampingi minimal 3 desa dalam pengelolaan keuangan dan aset desa mulai dari perencanaan, penatausahaan hingga pelaporan dan pertanggungjawaban," tuturnya.
Marlan berharap dengan adanya pendampingan consulting ini mengurangi risiko penyelewengan dana desa serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan pelayanan publik di desa.
Marlan turut mengungkapkan launching Whistleblowing System (Sistem Penanganan Pengaduan). Peluncuran aplikasi WBS ini dalam rangka penguatan sistem pengawasan internal pemerintah dalam penyelenggaraan mekanisme pelaporan dugaan tindak pidana korupsi.
"Kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat dan kepala desa, saya sampaikan bahwa keberadaan sistem ini menuntut perubahan paradigma dalam membangun birokrasi, tidak cukup dengan hanya kepatuhan administrasi," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!