Inilah 5 Cara Berbakti kepada Kedua Orang Tua
إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا
Artinya: "Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
Berbicara dengan baik kepada kedua orang tua merupakan wujud bakti yang paling mendasar. Dalam ayat tersebut, Allah melarang kita mengucapkan kata “uf” di hadapan kedua orang tua. Menurut Ibnu ‘Arabi, kata “uf” adalah ungkapan paling ringan yang menunjukkan ketidaksukaan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering disamakan dengan “ah” atau ungkapan serupa.
Ayat tersebut secara khusus menyebutkan orang tua yang telah lanjut usia. Lanjut usia sering kali dikaitkan dengan sifat mudah lelah, kurang bersemangat, atau bahkan bersikap kekanak-kanakan. Kondisi ini dapat membuat anak merasa tidak sabar dan cenderung meninggikan suara. Inilah yang dilarang oleh Allah SWT dalam ayat tersebut, yaitu mengeluh atau membentak orang tua.
2. Rendah hati
Berbakti selanjutnya dapat kita lakukan dengan cara rendah hati di hadapan orang tua. Allah berfirman dalam Q.S Al-Isra’ ayat 24:وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ
Artinya: “Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.”
Menurut Ibnu ‘Arabi, kata “merendahkan” dalam Al-Qur’an merupakan kiasan untuk “kelembutan”. Perintah ini mewajibkan kita untuk bersikap lembut di hadapan kedua orang tua. Namun, terdapat batasan mengenai ketaatan kepada orang tua, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Luqman ayat 15:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!