Inilah 5 Cara Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Artinya: “Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua." (HR. Tirmidzi).
Baik ayat 23 surat al-Isra’ dan hadits di atas, keduanya menandakan satu hal, orang tua mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di hadapan Allah SWT. Salah satu alasan mengapa kita harus berbakti kepada orang tua, tercantum dalam surat Luqman ayat 14:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤
Artinya: “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.”
Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan kondisi seorang ibu pada dua hal. Kondisi pertama yaitu mengandung dalam keadaan lemah. Kata Imam al-Qurthuby, wahn dalam ayat tersebut berarti lemah dalam kondisi hamil, atau lemah menjadi fitrah seorang wanita. Namun dalam kondisi tersebut, seorang wanita yang mengandung pasti dalam keadaan lemah (Al-Qurthuby, Al-Jami’ liahkamil Qur’an , Jilid XIV, hlm. 60).
Dua kondisi yang sangat istimewa dalam kehidupan seorang ibu adalah mengandung dan menyusui anak. Kedua kondisi ini begitu istimewa sehingga Allah menyebutkannya dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Man ahaqqun-nās bihusni shuhbati? (Siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?)”, Rasulullah menjawab, “Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.”
Lalu, bagaimana cara kita berbakti kepada orang tua? Al-Qur’an menyebutkan beberapa cara untuk berbakti kepada kedua orang tua, di antaranya sebagai berikut:
1. Berbicara yang baik
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!