Ini Penjelasan Al Quran Tentang Bani Israil, Ahlul Kitab dan Yahudi
Artinya,"Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.”
Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.
Setelah Musa sadar, dia berkata, “Mahasuci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.”" “Ini dua sifatnya. Itu sebabnya, atau itu salah satu sebab mengapa mereka dikecam. Tetapi kita lihat lagi sekarang, bagaimana Islam berhadapan dengan orang Yahudi yang ini,” sambung Prof Quraish. Seperti dikatakan sebelumnya, ada Yahudi yang baik.
Ada istri Nabi orang Yahudi, yaitu Sayyidah Shofiyyah. Istri Nabi, seorang Yahudi. Ada Abdullah Ibni Salam dan Mukhairiq, keduanya orang hebat, Yahudi. “Tetapi kesan umum, kalau Yahudi itu jelek," katanya. Tak ayal, ia menegaskan bahwa ada Al-Qur'an surat An-Nisa' ayat 105.
اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُۗ وَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًاۙ
Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak agar kamu memutuskan (perkara) di antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat."
Prof Quraish menjelaskan, ayat itu turun karena ada seorang Muslim mencuri. Pemilik itu mencari barang curiannya, lalu orang Muslim yang mencuri ini berkata,“Yang mencuri itu orang Yahudi itu.”Dia bohong. Nabi Muhammad saw sebagai manusia cenderung hatinya membenarkan bahwa seorang Muslim pasti tidak bohong.
Padahal orang tersebut berbohong dan orang Yahudi tidak mencuri. Turunlah ayat di atas untuk menegur Nabi, bahwa orang yang berkhianat tidak boleh untuk dibela. Sekalipun dalam hal ini Muslim dan merugikan Yahudi, yang secara umum dianggap buruk. “Jadi, kalau orang Yahudi baik, boleh ndak kita bela? Ini hati-hati ini, iya kan?” tanya Prof Quraish, seraya mengajak berpikir. Alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, itu juga mencontohkan ayat lain, yakni surat al-Maidah ayat 8.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!