Ini Alasan 2 Dirjen Kemenkeu Minta Mutasi Dibatalkan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu)./visi.news/Kemenkeu.
VISI.NEWS - Mutasi ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dilakukan saat Purbaya Yudhi Sadewa menjabat Menteri Keuangan mendapat perhatian dari dua Direktur Jenderal (Dirjen).
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama diketahui meminta kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara agar perombakan tersebut ditunda dan dibatalkan untuk pejabat tertentu.
Purbaya sebelumnya melakukan mutasi ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis (10/9/2026). Mayoritas perombakan menyasar Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai dan Ditjen Pajak.
Perombakan tersebut mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, serta pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.
Bimo mengatakan, rotasi pejabat memang merupakan bagian dari usulan organisasi. Namun, ia menyebut terdapat sejumlah nama yang masuk dalam perombakan tanpa mengikuti proses assessment dan talent management.
"Itu kan usulan kita, rotasi, cuma memang ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management, kemudian itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan, karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan lain yang ikut susah payah, ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management," tegasnya.
Bimo menyatakan, pejabat yang terindikasi tidak memenuhi proses tersebut akan dibatalkan dari daftar perombakan dan dikembalikan ke posisi sebelumnya.
"Yang nggak memenuhi syarat tadi dibatalkan. Yang lain-lain tetap. (Jadi balik ke posisi awal?) iya," terangnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!