In Memoriam DR Sirikit Syah, Wartawati Senior yang Berhasil Melawan Kanker Sebaik-Baik Perlawanan

ED
Selasa, 26 April 2022 | 12:11 WIB
Bagikan
In Memoriam DR Sirikit Syah, Wartawati Senior yang Berhasil Melawan Kanker Sebaik-Baik Perlawanan

Catatan Ilham Bintang

SATU lagi sahabat pergi. Tadi pagi, Selasa ( 26/4) di RS Islam, Surabaya, Jawa Timur.

Meski sudah sekian tahun menderita kanker, tetapi kepergian wartawati senior Sirikit Syah (lahir di Surabaya, Jawa Timur, tahun 1960; umur 62 tahun) Surabaya, tetap saja membekaskan duka mendalam.

Sekian tahun Mbak Ikit -- begitu ia akrab disapa -- menderita kanker, dan rasanya sikap yang dia tunjukkan menghadapi sakit adalah sebaik-baik sikap perlawanan terhadao penyakit ganas itu. Dia tak menyerah. Ikit tetap merawat semangat.

Ia yang sejak muda kritis, tetap bisa menjaga daya kritisnya hingga ajal menjemput. Di beberapa WAG ( WhatsApp) yang saya ikuti bersama dia sungguh perlawanan itu nyata dia lakukan. Bahkan ketika menjalani kemo pun ia tetap melayani polemik berbagai topik yang menguji daya kritisnya. Juga kesabarannya.

Sebagai kawan seprofessi saya turut bangga Ikit tak tergelincir ( itu istilah dia ) berkolaborasi dengan kekuasaan, ikut tren sebagian akademisi yang tak kuat " berpuasa " mencicipi nikmat hasil pembangunan rezim. Belum lama Ikit malah menerima posisi sebagai anggota Dewan Pakar Partai Kesejahteraan Sosial ( PKS) Jawa Timur, yang berarti pandangan-pandangan kritisnya setuju diwadahi secara formal.

Otak-Otak Makassar

Saya mengenal Ikit pertama kali di Surabaya sebagai wartawan film, lebih empat puluh tahun lalu. Ikit bekerja sebagai wartawan Surabaya Post. Dia sering mengontak saya mengajak diskusi tentang perfilman Indonesia. Ia pun beberapa kali meliput acara Festival Film Indonesia (FFI) yang diselenggarakan di daerah. Ia memang paling suka bertugas di daerah. Tugas jurnalistik maupun sebagai pengajar. Tahun lalu, ia bercerita, kota Bukittinggi, Sumatera Barat, kota dambaan yang belum sempat dia kunjungi. Pengalaman tugas di daerah mengenalkannya sekaligus dengan pelbagai kuliner khas daerah di Nusantara. Dan, kuliner Makasar yang mengesankan buat dia adalah Otak-Otak. Tahun lalu, sepulang Kemo, Ikit mengontak saya. Ia pengen sekali makan otak-otak Makassar. Saya pun kontak kemanakan di Makassar memesankan segera mengirim penganan itu ke Ikit di Surabaya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.