Imlek: Back to Basic Characters

ED
Kamis, 23 Januari 2025 | 12:39 WIB
Bagikan
Imlek: Back to Basic Characters

Kendati demikian, Sudjojono harus mengakui bahwa perlawanannya kepada seni lukis ‘Moi Indie’ tidak sepenuhnya berhasil. Jenis karya-karya lukisan itu terus berjaya sampai masa pendudukan tentara Jepang di Indonesia tahun 1942-1945. Bahkan dalam ‘Keimin Bunka Sidhoso’ (Pusat Kebudayaan Jepang di Indonesia) di samping Sudjojono, mengajar pula Basuki Abdullah sebagai tokoh ‘Mooi Indie’ terkemuka. Ketika Jepang Hengkang tahun 1945, pelukis-pelukis nasionalis Indonesia, termasuk Sudjojono, serta-merta mendirikan sanggar, antara lain: ‘PTPI’, ‘SIM’, ‘Prabangkara’, ‘Pelukis Rakyat’, ‘Seniman’, ‘Bumi Tarung’ dan lain sebagainya. Untuk apa sanggar-sanggar itu? Hendra Gunawan, pendiri sanggar ‘Pelukis Rakyat’ menyatakan, “... selain untuk mengkoordinasi potensi para pelukis, mereka juga berbondong-bondong melukis karya-karya ‘Mooi Indie’ untuk menyejahterakan perut para seniman, yang sudah kelaparan sejak sebelum kemerdekaan.”

Ihwal Istilah Mooi Indie Istilah ‘Mooi Indie’ yang terdapat dalam beberapa tulisan Sudjojono digunakan untuk menyebut karya-karya para pelukis Eropa era kolonialisme dan juga karya-karya para pelukis ‘Pribumi’ yang melukis pemandangan alam, seperti Raden Mas Pirngadi, Wakidi, Abdullah Suriosubroto dan Basuki Abdullah. Karya-karya para pelukis itu hanya digunakan untuk menarik lebih banyak orang-orang Eropa supaya datang ke Indonesia yang akan mengeruk kekayaan alam Indonesia sebagai negara jajahan Belanda. Peristiwa terbentuknya istilah ‘Mooi Indie’ inilah yang kiranya perlu diluruskan.

Istilah ‘Mooi Indie’ (bahasa Belanda) berasal dari suatu judul reproduksi karya-karya Du Chattel di Amsterdam yang diterbitkan sebagai ‘portofolio’ pada tahun 1930, tetapi kemudian istilah itu dimanfaatkan Soedjojono untuk mendiskreditkan karya-karya lukisan pemandangan alam yang dianggap tidak menyuarakan keadaan masyarakat Hindia (Indonesia) yang sedang diperas oleh bangsa Belanda. Soedjojono melalui istilah ‘Mooi Indie’ bisa disimpulkan sebagai penyingkiran lukisan-lukisan ‘pemandangan alam Hindia’ dari proses pembentukan seni rupa Indonesia modern.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.