IKEA dan Danilla Hadirkan Ruang Candramawa
Sementara itu, Otta Tarrega adalah musisi, penulis lagu, arranger, dan produser musik yang telah lama bekerja bersama Danilla. Ia terlibat dalam POP SEBLAY dan karya-karya setelahnya, termasuk dalam pembentukan warna musik Danilla.
Dalam proses kreatif bersama Danilla dan Lafa, Otta dikenal membawa pendekatan yang terbuka terhadap eksplorasi. Kerja bersama mereka memberi ruang bagi setiap anggota untuk mencoba berbagai kemungkinan tanpa terlalu cepat membatasi arah kreatif.
Untuk Candramawa, Otta kembali menjadi salah satu produser utama bersama Danilla dan Lafa. Ketiganya menjadi inti proses musikal album, sementara beberapa lagu juga melibatkan kolaborator lain, termasuk Bilal Indrajaya, hara, dan Sandrayati.
Proses pembuatan Candramawa berlangsung dalam rentang 2024 hingga 2025. Sebagian proses produksi dilakukan di Bantul, Yogyakarta. Danilla memilih lingkungan tersebut antara lain karena kebutuhan untuk bekerja di suasana yang lebih tenang, sekaligus memungkinkan tim kreatif membawa orang-orang yang dibutuhkan selama proses penciptaan.
Lingkungan dan cara mendengarkan juga menjadi bagian penting dari perjalanan album ini. Sebelum perilisan digital, Danilla sempat mengajak sebagian pendengarnya untuk menikmati Candramawa dalam suasana yang lebih tenang dan tanpa terlalu banyak distraksi.
Delapan lagu dalam Candramawa adalah Pertunjukan Terakhir, Prasangka featuring Bilal Indrajaya, Kata Siapa, Anaking, Cinta Pertama, Lembar Biru, Dasawarsa, dan Setitik featuring hara & Sandrayati.
Salah satu lagu yang menjadi bagian dari perjalanan menuju album tersebut adalah Pertunjukan Terakhir. Lagu tentang kehilangan itu ditulis bersama Otta dan Lafa dengan sudut pandang berbeda terhadap kematian. Bukan semata membicarakan kesedihan mereka yang ditinggalkan, lagu tersebut juga mencoba melihat seseorang yang telah pergi dan bagaimana perjalanan hidupnya sampai pada penutup.
Melalui Ruang Candramawa, cerita tersebut kemudian berpindah dari dunia musik ke dunia desain interior. IKEA tidak sekadar mengambil album sebagai tema visual, melainkan mencoba menerjemahkan cara kerja kreatif di baliknya ke dalam sebuah ruang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!