IKEA dan Danilla Hadirkan Ruang Candramawa

ED
PN
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:34 WIB
Bagikan
IKEA dan Danilla Hadirkan Ruang Candramawa

Aktivitas yang membutuhkan fokus dapat berlangsung berdampingan dengan momen untuk mengobrol, berkumpul, bereksperimen, atau beristirahat. Setiap bagian memiliki suasana tersendiri, tetapi tetap diikat dalam satu komposisi yang utuh.

Inspirasi kolaborasi ini berangkat dari album penuh terbaru Danilla, Candramawa, yang dirilis pada 5 Juni 2026. Album yang terdiri atas delapan lagu dengan durasi sekitar 30 menit tersebut membawa cerita mengenai pengalaman hidup, kenangan, luka, ketakutan, kehilangan, serta upaya seseorang untuk berdamai dengan hal-hal yang tidak selalu dapat diubah.

Bagi IKEA, memahami cerita di balik album menjadi bagian penting dalam membaca kehidupan sehari-hari Danilla selama proses penciptaannya. Dari kebiasaan dan interaksi yang terjadi selama proses tersebut, muncul gambaran tentang bagaimana ruang berperan dalam membentuk pengalaman kreatif.

Candramawa juga menjadi fase baru dalam perjalanan musikal Danilla. Jika album sebelumnya, POP SEBLAY, dikenal dengan pendekatan yang lebih eksploratif dan playful, Candramawa membawa suasana yang lebih reflektif.

Album ini berbicara tentang berbagai sisi kehidupan manusia, termasuk kenangan, ketakutan, kehilangan, luka, dan proses menerima masa lalu. Danilla juga pernah menjelaskan bahwa Candramawa berkaitan dengan fase melepaskan dan berdamai dengan berbagai hal dalam hidup.

Album yang disebut sebagai album ke-3A ini bahkan nyaris menjadi karya terakhir Danilla setelah ia sempat mempertimbangkan untuk berhenti bermusik. Dukungan dari orang-orang terdekat dan para pendengarnya kemudian membuat Danilla kembali menemukan alasan untuk terus melanjutkan perjalanan kreatifnya.

Dalam menggarap Candramawa, Danilla bekerja secara intens bersama dua musisi sekaligus produser musik, Lafa Pratomo dan Otta Tarrega. Ketiganya menjadi inti dari proses penciptaan album dengan pola kerja yang terbuka terhadap percobaan, dialog, dan respons spontan.

“Prosesnya memang banyak terjadi lewat interaksi kami bertiga. Misalnya saat aku mencoba bagian vokal, Lafa dan Otta bisa langsung memberikan respons, begitu juga ketika mereka sedang mencoba bagian gitar atau keys. Dari situ kami bisa saling mengembangkan dan mengubah sesuatu sampai terasa pas. Mungkin itu juga yang aku suka dari Ruang Candramawa, karena ruangnya nggak terasa seperti dibuat untuk satu kegiatan saja. Ada ruang untuk bekerja, ngobrol, mencoba sesuatu, atau sekadar duduk dan melihat ke mana prosesnya berjalan,” kata Danilla, Musisi & Creative Collaborator.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.