Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

IHSG Anjlok Tajam Dipicu Tekanan Saham dan Rupiah

Desi Rossilawati
Selasa, 19 Mei 2026 | 12:23 WIB
Bagikan
IHSG Anjlok Tajam Dipicu Tekanan Saham dan Rupiah

VISI.NEWS | BANDUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Menjelang akhir sesi pertama, IHSG ambruk lebih dari 3 persen dan turun ke level 6.300 an, melanjutkan tren pelemahan tajam sejak awal pekan.

Per pukul 11.45 WIB, IHSG tercatat melemah lebih dari 200 poin ke posisi 6.398,78. Mayoritas saham berada di zona merah dengan 569 saham turun, 134 saham naik, dan 110 saham stagnan. Nilai transaksi pasar mencapai Rp13,85 triliun dengan volume perdagangan mencapai 24,77 miliar saham.

Tekanan terbesar datang dari saham saham yang sebelumnya dikeluarkan dari indeks global MSCI. Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi sorotan utama setelah mengalami penurunan tajam.

Saham Chandra Asri atau TPIA anjlok 15 persen dan menjadi pemberat terbesar IHSG. Selain itu, saham Amman Mineral atau AMMN, Mora Telematika atau MORA, serta Dian Swastatika Sentosa atau DSSA juga ikut mengalami tekanan signifikan.

Koreksi tajam tersebut berkaitan dengan keputusan MSCI yang sebelumnya mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global mereka. Tekanan semakin bertambah setelah FTSE Russell mengeluarkan peringatan terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration.

Dalam pengumuman terbaru, FTSE menegaskan saham yang dianggap memiliki likuiditas rendah akibat dominasi kepemilikan oleh segelintir pihak berpotensi dihapus dari indeks pada evaluasi Juni 2026.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran investor institusi global karena saham saham tersebut dinilai sulit diperdagangkan dalam jumlah besar tanpa memengaruhi harga pasar secara ekstrem.

Selain tekanan dari faktor indeks global, pelemahan IHSG juga dipengaruhi kondisi nilai tukar rupiah yang kembali tertekan. Rupiah sempat menyentuh level Rp17.700 per dolar AS meski indeks dolar Amerika Serikat justru mengalami pelemahan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.