JKCI 2026 Perkuat Posisi Jember sebagai Pusat Industri Cerutu Asia 2 Aug 2026 Tanggap Darurat Berakhir, Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi Masuk Tahap Pemulihan 2 Aug 2026 Nazriel Bersinar, Gelandang Muda PERSIB Bidik Final dan Gelar Juara 2 Aug 2026 Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun, Pembiayaan Tumbuh di Tengah Ekonomi Dinamis 2 Aug 2026 Ascott Percepat Ekspansi di Vietnam, Tambah 9 Properti Baru dan Lebih dari 3.200 Unit 2 Aug 2026 Jasa Marga Bawa UMKM Binaan Tampil di Indonesia Fashion Week 2026 2 Aug 2026 President University Juara, Student Design Sprint 2026 Cetak Arsitek Masa Depan 2 Aug 2026 Indonesia On Fire, Herdman Soroti Finis Mematikan 2 Aug 2026 IKEA Kampanyekan "Luangkan Ruang" untuk Hunian Lebih Nyaman 2 Aug 2026 Jangan Cuma Beli Rumah! Ini Dana Perawatan yang Wajib Disiapkan Setiap Bulan 2 Aug 2026 JKCI 2026 Perkuat Posisi Jember sebagai Pusat Industri Cerutu Asia 2 Aug 2026 Tanggap Darurat Berakhir, Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi Masuk Tahap Pemulihan 2 Aug 2026 Nazriel Bersinar, Gelandang Muda PERSIB Bidik Final dan Gelar Juara 2 Aug 2026 Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun, Pembiayaan Tumbuh di Tengah Ekonomi Dinamis 2 Aug 2026 Ascott Percepat Ekspansi di Vietnam, Tambah 9 Properti Baru dan Lebih dari 3.200 Unit 2 Aug 2026 Jasa Marga Bawa UMKM Binaan Tampil di Indonesia Fashion Week 2026 2 Aug 2026 President University Juara, Student Design Sprint 2026 Cetak Arsitek Masa Depan 2 Aug 2026 Indonesia On Fire, Herdman Soroti Finis Mematikan 2 Aug 2026 IKEA Kampanyekan "Luangkan Ruang" untuk Hunian Lebih Nyaman 2 Aug 2026 Jangan Cuma Beli Rumah! Ini Dana Perawatan yang Wajib Disiapkan Setiap Bulan 2 Aug 2026

IHSG Anjlok 3,57 Persen, Rupiah Tertekan di Awal Pekan

Desi Rossilawati
Senin, 8 Juni 2026 | 09:32 WIB
Bagikan
IHSG Anjlok 3,57 Persen, Rupiah Tertekan di Awal Pekan

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Perdagangan saham Indonesia memulai pekan dengan tekanan kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot 3,57 persen atau turun 199,70 poin ke level 5.395,07, Senin (8/6/2026). 

Pelemahan tajam tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kombinasi risiko global dan domestik yang masih membayangi perekonomian.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Sebanyak 497 saham bergerak turun, sementara hanya 73 saham yang menguat dan 389 saham lainnya tidak mengalami perubahan. Pada awal perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp885,8 miliar dengan volume 1,05 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 101 ribu kali.

Sentimen utama yang membebani pasar berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026), menjadi eskalasi terbaru setelah gencatan senjata yang sebelumnya berlaku antara Teheran dan Washington. Situasi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan serta potensi gangguan pada pasokan energi global.

Meningkatnya ketegangan geopolitik biasanya mendorong investor global mencari aset yang dianggap lebih aman. Kondisi itu tercermin dari menguatnya indeks dolar Amerika Serikat yang kembali menembus level 100,069, tertinggi sejak akhir Maret 2026. Penguatan dolar berpotensi memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik juga terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang dalam sepekan terakhir melemah hingga menyentuh Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menilai pelemahan tersebut masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan tingginya kebutuhan dolar di dalam negeri.

"Selain itu kebutuhan (dolar) domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran ULN," kata Destry dalam keterangannya dikutip, Senin (8/6/2026).

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.