Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026

Wajib Tahu! Inilah 6 Alasan Ibadah Haji Dilakukan di Bulan Dzulhijjah

Desi Rossilawati
Minggu, 26 April 2026 | 04:30 WIB
Bagikan
Wajib Tahu! Inilah 6 Alasan Ibadah Haji Dilakukan di Bulan Dzulhijjah
Peristiwa Haji Wada’ sebagai Pedoman Praktis Dalam praktiknya, meskipun musim haji disebutkan mencakup tiga bulan, puncak pelaksanaan rukun-rukun haji—wukuf di ‘Arafah, tawaf, sa’i, dan mencukur rambut—seluruhnya dilakukan pada bulan Dzulhijjah. Ketentuan ini merujuk pada peristiwa haji Wada’ yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau: “Ambillah dariku (tatacara) manasik hajimu.” (HR. Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa regulasi waktu pelaksanaan haji bersifat tauqifi (tidak bisa ditawar), mengikuti persis apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada haji Wada’.

2. Aspek Spiritual Ibadah Haji Bulan Dzulhijjah

Selain dalil syariat, ibadah haji juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT secara luas kepada umat manusia.

Dalam literatur klasik, seperti karya Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi dalam kitab Hikmatut Tasyri’, dijelaskan bahwa Allah SWT menetapkan waktu-waktu tertentu untuk melimpahkan rahmat kepada hamba-Nya. Dzulhijjah menjadi salah satu waktu yang dipilih untuk tujuan tersebut.

Dengan demikian, pelaksanaan ibadah haji pada bulan ini memberikan peluang bagi umat Islam untuk memperoleh pahala yang lebih besar serta kesempurnaan dalam menjalankan ibadah.

3. Warisan Sejarah Ibadah Haji di Bulan Dzulhijjah

1. Warisan dari Nabi Ibrahim AS Penamaan Dzulhijjah secara etimologis berasal dari dua kata: Dzu (pemilik) dan al-Hijjah (haji), sehingga secara harfiah berarti “bulan pemilik haji”. Penamaan ini telah dikenal sejak zaman jahiliah, karena masyarakat Arab melaksanakan ibadah haji pada bulan ini sebagai bentuk pelestarian ajaran agama Nabi Ibrahim AS. Tradisi berhaji pada bulan Dzulhijjah sejatinya merupakan kelanjutan dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyeru umat manusia melaksanakan haji, sebagaimana firman-Nya: “Dan serukanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj : 27) 2. Kedudukan Dzulhijjah sebagai Bulan Haram Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam bulan-bulan haram ini, peperangan dan pertumpahan darah dilarang, sementara ibadah dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah SAW bersabda: “Setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram), dan Rajab yang (terletak) antara Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari, No. 3025)

4. Kedudukan Dzulhijjah sebagai Bulan Haram

Dalam ajaran Islam, pelaksanaan ibadah haji juga berkaitan dengan status bulan ini sebagai salah satu bulan haram. Selain Dzulhijjah, bulan haram lainnya adalah Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.