Husein Sastranegara, Gerbang Udara Kota Bandung
VISI.NEWS — Di tengah denyut Kota Bandung yang terus bergerak, Bandara Internasional Husein Sastranegara berdiri sebagai salah satu simpul penting transportasi udara di Jawa Barat. Letaknya yang berada tidak jauh dari pusat kota membuat bandara ini memiliki posisi strategis, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses penerbangan dari dan menuju Bandung.
Bandara yang dikenal dengan kode IATA BDO dan kode ICAO WICC tersebut berada di Jalan Pajajaran Nomor 156, Kelurahan Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, 40174.
Kehadiran Husein Sastranegara tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pesawat yang datang dan berangkat. Bandara ini memiliki fungsi yang lebih luas sebagai bagian dari jaringan transportasi, pintu gerbang kegiatan ekonomi, sekaligus salah satu infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat dan perkembangan wilayah.
Dengan status sebagai bandara internasional dan kelas I, Husein Sastranegara menjadi bagian dari infrastruktur transportasi udara yang memiliki peran penting bagi Kota Bandung dan Jawa Barat.
Dekat dengan Jantung Kota Bandung
Salah satu keunggulan utama Bandara Husein Sastranegara adalah lokasinya.
Bandara ini berada di kawasan Cicendo, Kota Bandung, sehingga relatif dekat dengan pusat aktivitas masyarakat. Berdasarkan profil bandara, jaraknya sekitar 4,53 kilometer dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan sekitar 5 kilometer dari Kota Bandung.
Jarak tersebut membuat Husein Sastranegara memiliki nilai strategis dibandingkan bandara yang lokasinya jauh dari pusat perkotaan.
Bagi penumpang, kedekatan tersebut dapat memberikan kemudahan dalam perjalanan menuju pusat kota, kawasan perdagangan, pusat pemerintahan, hotel, kawasan pendidikan, hingga berbagai destinasi wisata di Bandung.
Bandara ini juga berada sekitar 115,50 kilometer dari Jakarta, ibu kota negara.
Secara geografis, Husein Sastranegara terletak pada koordinat 107.575695 Bujur Timur atau 107° 34' 32,5" BT dan -6.900652 Lintang Selatan atau 6° 54' 2,35" LS.
Ketinggian bandara tercatat sekitar 743,51 meter di atas permukaan laut atau sekitar 2.439,30 kaki.
Posisinya tersebut menempatkan Husein Sastranegara sebagai bagian dari lanskap perkotaan Bandung yang memiliki karakter geografis khas berupa kawasan cekungan yang dikelilingi pegunungan.
Identitas dan Status Bandara
Secara administratif, Husein Sastranegara berada di Provinsi Jawa Barat.
Bandara ini memiliki kode IATA BDO yang digunakan dalam sistem penerbangan dan pemesanan tiket, sedangkan kode ICAO yang tercatat adalah WICC.
Statusnya tercatat sebagai International Airport atau Bandara Internasional.
Dalam klasifikasi pengelolaan, bandara ini merupakan bandara kelas I dan dioperasikan oleh PT Angkasa Pura II.
Bandara Husein Sastranegara memiliki jam operasional yang tercatat mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WIB.
Dengan jam operasional tersebut, seluruh aktivitas penerbangan dan pelayanan bandara perlu menyesuaikan dengan rentang waktu operasi yang telah ditetapkan.
Pesawat yang Dilayani
Profil bandara mencatat jenis pesawat yang dioperasikan di Husein Sastranegara antara lain Boeing 737.
Kehadiran pesawat jenis tersebut menunjukkan kemampuan fasilitas bandara untuk mendukung pelayanan penerbangan komersial dengan pesawat jet.
Dalam perkembangan penerbangan komersial, karakteristik landasan, fasilitas keselamatan, apron, terminal, serta berbagai fasilitas pendukung menjadi faktor penting untuk menentukan jenis pesawat yang dapat dilayani.
Dalam sistem kebandarudaraan nasional, Husein Sastranegara juga tercatat dalam klasifikasi 4C berdasarkan ketentuan yang mengacu pada PM 69 Tahun 2013.
Klasifikasi tersebut berkaitan dengan karakteristik landasan dan kemampuan bandar udara dalam melayani pesawat berdasarkan ukuran serta kebutuhan operasionalnya.
Lebih dari Sekadar Tempat Pesawat Mendarat
Bandara pada dasarnya bukan hanya tempat pesawat lepas landas dan mendarat.
Dalam sistem transportasi nasional, bandar udara memiliki fungsi sebagai simpul jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya.
Husein Sastranegara juga memiliki peran sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian.
Artinya, keberadaan bandara dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor yang lebih luas, mulai dari pariwisata, perdagangan, jasa, investasi, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Setiap pesawat yang datang membawa penumpang berarti membawa mobilitas manusia. Para penumpang tersebut kemudian bergerak menuju hotel, restoran, pusat perdagangan, tempat wisata, kawasan pendidikan, maupun lokasi kegiatan bisnis.
Sebaliknya, keberangkatan dari Bandung membuka akses masyarakat Jawa Barat menuju daerah lain.
Dengan demikian, bandara menjadi penghubung antara satu pusat aktivitas dengan pusat aktivitas lainnya.
Mendorong Pariwisata dan Ekonomi Bandung
Kota Bandung selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dan ekonomi kreatif utama di Indonesia.
Kota ini memiliki daya tarik berupa wisata kuliner, fesyen, pusat perbelanjaan, seni, pendidikan, sejarah, hingga berbagai destinasi wisata alam di kawasan Bandung Raya.
Keberadaan bandara yang berada di dalam kawasan perkotaan memberikan keuntungan tersendiri.
Wisatawan yang datang melalui jalur udara dapat lebih cepat mencapai berbagai pusat aktivitas Kota Bandung.
Begitu pula masyarakat Bandung yang ingin melakukan perjalanan ke kota lain dapat memanfaatkan penerbangan langsung apabila rute yang tersedia sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dalam konteks ekonomi, semakin baik konektivitas transportasi, semakin terbuka pula peluang pergerakan orang dan barang.
Bandara menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung rantai ekonomi tersebut.
Menghubungkan Moda Transportasi
Salah satu fungsi bandar udara yang tercantum dalam profilnya adalah sebagai tempat kegiatan alih moda transportasi.
Artinya, perjalanan udara tidak berdiri sendiri.
Penumpang yang turun dari pesawat kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain, seperti mobil pribadi, taksi, bus, atau moda transportasi darat lainnya.
Posisi Husein Sastranegara yang berada di wilayah perkotaan membuat keterhubungan antara transportasi udara dan transportasi darat menjadi sangat penting.
Semakin baik integrasi tersebut, semakin mudah pula penumpang melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
Peran dalam Pengembangan Wilayah
Bandara juga memiliki fungsi sebagai pendorong dan penunjang kegiatan industri serta perdagangan.
Konektivitas udara dapat mempercepat mobilitas pelaku usaha, tenaga profesional, wisatawan, maupun masyarakat umum.
Bagi Jawa Barat yang memiliki basis industri besar, keberadaan jaringan transportasi udara menjadi salah satu bagian dari infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi.
Bandara juga memiliki fungsi membuka isolasi daerah dan mendukung pengembangan wilayah.
Dalam kondisi tertentu, infrastruktur penerbangan dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana, pengiriman bantuan, maupun mobilisasi personel dan kebutuhan darurat.
Karena itu, fungsi bandara tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah penumpang dan penerbangan.
Ada fungsi sosial, ekonomi, pemerintahan, hingga kemanusiaan yang melekat pada keberadaannya.
Bandara dan Kepentingan Nasional
Dalam sistem kebandarudaraan nasional, bandara juga disebut memiliki peran dalam memperkukuh Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara.
Hal tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur penerbangan memiliki dimensi strategis bagi sebuah negara kepulauan seperti Indonesia.
Transportasi udara memungkinkan berbagai wilayah yang dipisahkan oleh jarak geografis tetap terhubung.
Dalam konteks Jawa Barat, Husein Sastranegara menjadi salah satu bagian dari jaringan yang menghubungkan Bandung dengan daerah lain.
Bandara juga memiliki fungsi pemerintahan dan pengusahaan.
Sebagai tempat penyelenggaraan pemerintahan, bandara dapat menjadi bagian dari sistem pelayanan publik dan pengaturan kegiatan penerbangan.
Sementara sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pengusahaan, bandara menjadi ruang berlangsungnya berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penerbangan dan pelayanan penumpang.
Fasilitas dan Layanan
Profil Husein Sastranegara juga mencatat sejumlah informasi mengenai fasilitas dan layanan pendukung.
Namun, beberapa kolom fasilitas dalam data profil tercatat belum memiliki keterangan rinci.
Layanan meteorologi dalam profil tercatat tidak tersedia. Demikian pula layanan DPPU atau Depot Pengisian Pesawat Udara tercatat tidak tersedia.
Layanan internet juga tercatat tidak tersedia dalam data profil tersebut.
Informasi tersebut merupakan bagian dari data profil bandara dan dapat berubah mengikuti perkembangan operasional serta kebijakan pengelola.
Karena itu, masyarakat yang akan melakukan perjalanan tetap perlu memastikan informasi layanan dan fasilitas terbaru sebelum datang ke bandara.
Alamat dan Kontak
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi langsung mengenai Bandara Husein Sastranegara, lokasi bandara tercatat berada di:
Jalan Pajajaran Nomor 156, Kelurahan Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, 40174.
Nomor telepon yang tercantum dalam profil bandara adalah +62 22 6041221, sedangkan nomor faksimile tercatat +62 22 603371.
Data tersebut menjadi bagian dari identitas administratif dan informasi dasar bandara.
Husein Sastranegara dalam Denyut Bandung
Husein Sastranegara memiliki posisi yang unik.
Ia bukan hanya sebuah fasilitas transportasi yang berdiri di pinggir kota, tetapi berada di tengah denyut kehidupan Bandung.
Di sekelilingnya terdapat kawasan permukiman, pusat perdagangan, perkantoran, fasilitas pendidikan, hingga berbagai aktivitas masyarakat.
Ketika pesawat mendarat, penumpang yang baru tiba dapat dengan cepat memasuki ruang kehidupan Kota Bandung.
Ketika pesawat meninggalkan landasan, ia membawa masyarakat Bandung menuju berbagai tujuan di Indonesia.
Dalam perspektif yang lebih luas, setiap penerbangan menjadi bagian dari arus manusia yang menghubungkan Bandung dengan dunia luar.
Bandara yang Berfungsi sebagai Penghubung
Dengan kode BDO dan WICC, Bandara Internasional Husein Sastranegara memiliki identitas yang jelas dalam jaringan penerbangan.
Lokasinya yang strategis, statusnya sebagai bandara internasional, kelas I, serta perannya dalam sistem transportasi menjadikan bandara ini tetap memiliki arti penting bagi Jawa Barat.
Lebih dari sekadar landasan dan terminal, Husein Sastranegara merupakan simpul yang mempertemukan perjalanan manusia, kepentingan ekonomi, pelayanan publik, dan perkembangan wilayah.
Dari sini, Bandung terhubung dengan berbagai penjuru negeri.
Dan dari berbagai penjuru pula, orang datang membawa tujuan, pekerjaan, harapan, dan cerita masing-masing ke Kota Kembang.
Di tengah perkembangan transportasi udara yang terus berubah, Husein Sastranegara tetap menjadi salah satu pintu penting Bandung menuju dunia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!