Hukum Flexing, Menampakkan Harta Kekayaan di Depan Publik

ED
Jumat, 3 Maret 2023 | 08:11 WIB
Bagikan
Hukum Flexing, Menampakkan Harta Kekayaan di Depan Publik

Sesungguhnya hal ini adalah tercela dan hukumnya makruh. Hadits ini merupakan perintah untuk menjauhi mencari popularitas dalam berpakaian. Sesungguhnya Nabi telah memerintahkan untuk sedang-sedang , antara berlebihan-lebihan dan melampui batas hingga dalam urusan ibadah." (Zainuddin Muhammad Al-Munawi, Faidhul Qadir, , juz II, halaman 130).

Secara tekstual hadits dan penjelasan di atas menunjukkan larangan dalam arti makruh dan tercela mengunakan pakaian kemasyhuran untuk mendapatkan popularitas. Namun hemat penulis kemakruhan ini bersifat umum untuk segala sesuatu, tidak tertentu hanya pakaian mewah saja, yang substansinya adalah segala sesuatu yang tujuannya untuk mendongkrak popularitas hukumnya makruh, karena hal tersebut dapat menarik pada sikap angkuh dan sombong. Adapun sombong sendiri hukumnya jelas haram.

Menurut Al-Imam Al-Ghazali, yang menjadi tujuan mencari kemasyhuran atau popularitas adalah penghargaan dan kedudukan dalam hati. Sedangkan hubbul jah atau gila hormat adalah sumber dari segala kerusakan. Kemudian, yang dicela adalah mencari popularitas dangan sangat menginginkannya dari manusia. Adapun jika popularitas datang dari Allah tanpa mengupayakannya, maka tidak tercela. (Abu Hamid Mumammad bin Muhammad Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin,, juz III, halaman 278).

Bagaimana dengan Pakaian yang Bagus? Penjelasan di atas tidak bisa difahami sebagai larangan untuk mengunakan pakaian yang bagus, indah dan mahal. Mengunakan pakaian bagus, sandal bagus, dan semisalnya hukumnya sunah berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi saw. Beliau bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Artinya, “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.