Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Terungkap! 4 Penyebab Hujan Turun di Musim Kemarau

Desi Rossilawati
Senin, 27 April 2026 | 10:13 WIB
Bagikan
Terungkap! 4 Penyebab Hujan Turun di Musim Kemarau

Ilustrasi hujan turun di musim kemarau./visi.news/Disway.

VISI.NEWS | BANDUNG - Fenomena hujan turun di musim kemarau menjadi perhatian dalam kajian klimatologi karena berkaitan dengan perubahan pola iklim global yang terus berlangsung. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi atmosfer menunjukkan adanya perubahan yang memengaruhi siklus hujan dan musim di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Fenomena hujan turun di musim kemarau dijelaskan dalam kajian ilmiah sebagai dampak dari perubahan suhu bumi dan dinamika atmosfer yang semakin kompleks. Data pemanasan global menunjukkan peningkatan suhu rata-rata bumi sekitar 0,35 derajat Celsius, yang berdampak pada meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.

Menurut pakar klimatologi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Emilya Nurjani, perubahan suhu ini memengaruhi pola cuaca global yang tidak lagi stabil.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan siklus hidrologi yang menyebabkan munculnya hujan turun di musim kemarau pada beberapa wilayah.

“Jika suhu udara makin tinggi menyebabkan suhu muka laut semakin tinggi, maka bentuk lainnya adalah siklon yang akan sering terjadi. Kalau siklon sering terjadi maka dampak berikutnya adalah banjir, kemudian misalnya angin kencang, kemudian juga perubahan tinggi lainnya,” ujar Emilya dikutip dari laman UGM.

Hujan Turun di Musim Kemarau dan Perubahan Iklim Global

Fenomena hujan turun di musim kemarau juga dipengaruhi oleh meningkatnya emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Gas tersebut menyebabkan panas matahari terperangkap di atmosfer sehingga suhu bumi meningkat.

Peningkatan suhu ini mempercepat proses penguapan air dari laut dan permukaan bumi. Uap air yang terbentuk kemudian dapat memicu pembentukan awan hujan, sehingga hujan turun di musim kemarau tetap dapat terjadi meskipun secara kalender berada pada periode kering.

Selain itu, pola angin global seperti monsun juga memengaruhi distribusi hujan di wilayah tropis. Dalam kondisi tertentu, uap air dari wilayah selatan hanya melintas tanpa membentuk hujan signifikan di suatu wilayah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.