HIKMAH | Tawadu, Mengangkat Derajat
VISI.NEWS - Tawadhu berakar dari kata “wadha’a” yang bermakna meletakkan sesuatu pada tempat yang lebih rendah. Dari pengertian kebahasaan ini, tawadu adalah menyatakan secara sikap kerendahan hati dari derajat kemuliaan.
Tawadu adalah kerja hati yang dapat menumbuhkan rasa kasih sayang, menghormati dan menghargai orang lain serta lahir sikap tenggang rasa.
Sombong (takabur) merupakan lawan dari sifat tawadu. Merasa lebih hebat, lebih pintar dan merasa lebih segala-galanya dari orang lain. Sifat takabur yang pemilliknya dinamai 'mutakabbir' hanya dimiliki oleh Allah SWT.
Jika ada orang yang mengenakan label ini pada dirinya, berarti orang itu hendak menyaingi Zat Yang Maha Perkasa.
Allah memiliki nama Mutakabbir maknanya seluruh makhlukNya kecil dan berada di bawah kendalinya. Kebesaran Allah yang sering diucapkan dalam takbir “Allahu Akbar” menunjukkan Allah berkuasa atas segala-galanya.
Semua makhluk kecil. Karena itu, jika ada makhluk yang merasa besar, menunjukkan ia sombong bukan di hadapan manusia saja, tapi juga sombong di hadapan Allah SWT. Karena kesombonganlah yang membawa Iblis sebagai makhluk yang dilaknat dan dikutuk.
Cermin dari sifat tawadu adalah menerima dan mendengarkan kebaikan dari orang, tanpa melihat statusnya meskipun ia seorang anak kecil atau orang biasa.
Orang yang tawadu tidak pernah melihat dirinya lebih baik daripada orang lain, dan tidak pernah menganggap orang lain lebih jelek daripada dirinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!