HIKMAH | Lahiriah Adalah Standar Penilaian yang Absah
وفي رواية: فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((أقالَ: لا إلهَ إلا اللهُ وقَتَلْتَهُ؟))! قُلْتُ: يَا رَسُول الله، إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِن السِّلاحِ، قَالَ: ((أَفَلا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أمْ لا؟!)) فمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى تَمَنَّيْتُ أنِّي أسْلَمْتُ يَوْمَئذٍ.
"Demikian yang mengatakan ucapan keburukan, maka tidak bisa dikategorikan ia berniat baik di hatinya selama amal ucapan lahiriahnya itu buruk."
Kesimpulannya, gerak, bahasa tubuh dan perbuatan manusia, seluruhnya adalah standar ukuran yang dinilai sesama manusia.
Seyogianya setiap manusia itu menjaga perbuatan dan amalnya karena itu kunci penilaian bagi seorang muslim pada orang lain. @fen/sumber: mui.or.id/muisulsel.com
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!