Heboh Dugaan Adanya Pungutan, Ini Klarifikasi dari Pihak SMPN 1 Baleendah
VISI.NEWS | BALEENDAH - Pihak SMPN 1 Baleendah mengklarifikasi heboh dugaan adanya pungutan biaya untuk perpisahan dan album foto kenangan siswa kelas 9 SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung Jawa Barat.
Kepada VISI.NEWS, di ruang kerja Kepala SMPN 1 Baleendah, Kamis (13/4/2023), Sapto Hardono, selalu kepala sekolah, didampingi Ketua Komite Sekolah Camelia Puspadi, mengungkapkan bahwa dugaan itu tidak benar.
"Kegiatan perpisahan dan pembuatan booklet merupakan keinginan siswa dan orang tua berdasarkan angket yang terkumpul oleh pengurus komite sekolah, dan selanjutnya hasil angket tersebut ditindaklanjuti oleh musyawarah perwakilan orang tua siswa dengan pengurus komite sekolah dengan didampingi oleh perwakilan pihak sekolah," paparnya.
Lebih lanjut dikatakan Sapto, hasil musyawarah masih berupa rencana sumbangan dan subsidi silang bagi yang tidak mampu dan selanjutnya akan dikembalikan kepada semua orang tua saat dilakukan sosialisasi. Selanjutnya, dalam sosialisasi, orang tua diminta mengajukan pendapat atau masukan untuk kepentingan para siswa.
"Jadi belum ada keputusan dan surat edaran tentang sumbangan kepada orang tua siswa, demikian tanggapan ini untuk menjawab sebagai mana mestinya," ujarnya.
Hasil Angket
Sementara Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Baleendah, Camelia Puspadi menyebutkan soal dugaan adanya pungutan di lingkungan SMPN 1 Baleendah bukan inisiatif dari sekolah tapi berdasarkan hasil angket yang disebar.
"Kami dari komite sekolah, memberikan klarifikasi bahwa rencana kegiatan perpisahan dan pembuatan buku kenangan adalah merupakan aspirasi dari siswa dan orang tua siswa berdasarkan angket yang disebar dan dikumpulkan pada bulan Maret 2023," ujarnya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!