Heboh Dugaan Adanya Pungutan, Ini Klarifikasi dari Pihak SMPN 1 Baleendah

ED
Kamis, 13 April 2023 | 17:32 WIB
Bagikan
Heboh Dugaan Adanya Pungutan, Ini Klarifikasi dari Pihak SMPN 1 Baleendah

VISI.NEWS | BALEENDAH - Pihak SMPN 1 Baleendah mengklarifikasi heboh dugaan adanya pungutan biaya untuk perpisahan dan album foto kenangan siswa kelas 9 SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Kepada VISI.NEWS, di ruang kerja Kepala SMPN 1 Baleendah, Kamis (13/4/2023), Sapto Hardono, selalu kepala sekolah, didampingi Ketua Komite Sekolah Camelia Puspadi, mengungkapkan bahwa dugaan itu tidak benar.

"Kegiatan perpisahan dan pembuatan booklet merupakan keinginan siswa dan orang tua berdasarkan angket yang terkumpul oleh pengurus komite sekolah, dan selanjutnya hasil angket tersebut ditindaklanjuti oleh musyawarah perwakilan orang tua siswa dengan pengurus komite sekolah dengan didampingi oleh perwakilan pihak sekolah," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Sapto, hasil musyawarah masih berupa rencana sumbangan dan subsidi silang bagi yang tidak mampu dan selanjutnya akan dikembalikan kepada semua orang tua saat dilakukan sosialisasi. Selanjutnya, dalam sosialisasi, orang tua diminta mengajukan pendapat atau masukan untuk kepentingan para siswa.

"Jadi belum ada keputusan dan surat edaran tentang sumbangan kepada orang tua siswa, demikian tanggapan ini untuk menjawab sebagai mana mestinya," ujarnya.

Hasil Angket

Sementara Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Baleendah, Camelia Puspadi menyebutkan soal dugaan adanya pungutan di lingkungan SMPN 1 Baleendah bukan inisiatif dari sekolah tapi berdasarkan hasil angket yang disebar.

"Kami dari komite sekolah, memberikan klarifikasi bahwa rencana kegiatan perpisahan dan pembuatan buku kenangan adalah merupakan aspirasi dari siswa dan orang tua siswa berdasarkan angket yang disebar dan dikumpulkan pada bulan Maret 2023," ujarnya

Lebih lanjut, Camelia menyebutkan bahwa terkait nominal yang sudah tersebar di beberapa media online itu berupa wacana antara komite dan para orang tua siswa.

"Jadi nominal itu kesepakatan bersama antara para orang tua siswa dan komite sekolah, maka dari hal itu, karena kami juga merasa sudah gaduh oleh pemberitaan ini Komite Sekolah SMPN 1 Baleendah, memutuskan untuk tidak mengadakan kegiatan tersebut", jelasnya

Selain itu, kata Camelia, sampai hari ini pihaknya merasa sedih karena ada tuduhan yang mengatasnamakan komite sekolah melakukan pungutan. "Makanya saya minta meralat pemberitaan yang tidak benar itu," imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan orang tua siswa Herman Billy, mengatakan bahwa dirinya merasa tidak dipungut biaya baik oleh sekolah maupun oleh Komite SMPN 1 Baleendah.

"Saya sampai saat ini belum pernah dipungut biaya terkait perpisahan dan buket yang berjumlah Rp.285.000, gak ada informasi ke saya maupun ke istri saya. Kalau ada iuran ya untuk pembangunan gedung, cat dan lain-lain wajar lah itu gak dipatok juga hanya seikhlasnya, untuk perbaikan sekolah kita juga, " ujarnya.@gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.