Hari Ini Kabupaten Bandung Diguncang Gempa Beruntun
Titik kordinat gempa bumi yang guncangannya terasa di Kabupaten Bandung pada Rabu (16/9/2026). /visi.news/bmkg
VISI.NEWS — Aktivitas kegempaan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 16 September 2026. Berdasarkan data real-time Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah gempa tercatat di kawasan selatan Kabupaten Bandung sejak dini hari hingga siang hari.
Dalam daftar gempa real-time BMKG, sedikitnya delapan kejadian dengan koordinat di kawasan Java atau sekitar Kabupaten Bandung tercatat hingga sore hari. Rangkaian tersebut terjadi pada pukul 06.21 WIB, 08.11 WIB, 08.48 WIB, 09.10 WIB, 09.35 WIB, 11.12 WIB, 11.14 WIB, serta 15.50 WIB. Data real-time BMKG bersifat dinamis dan parameter gempa dapat berubah setelah dilakukan analisis atau pemutakhiran oleh ahli seismologi.
Dua gempa di antaranya tercatat sebagai gempa yang dirasakan masyarakat. Gempa pertama terjadi pada pukul 06.21.32 WIB dengan magnitudo 2,2 dan kedalaman 5 kilometer. Episenternya berada di darat, sekitar 26 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung, pada koordinat 7,25 LS dan 107,58 BT. Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas II MMI di Pangalengan.
Beberapa jam kemudian, gempa kembali terjadi pada pukul 08.11.31 WIB. BMKG dalam parameter terbarunya mencatat gempa tersebut bermagnitudo 2,9 dengan kedalaman 5 kilometer dan episenter berada di darat sekitar 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, pada koordinat 7,22 LS dan 107,62 BT.
Gempa pukul 08.11 WIB menjadi kejadian yang paling jelas dirasakan masyarakat di kawasan Kabupaten Bandung. BMKG mencatat intensitas III MMI di Pangalengan dan Kertasari. Pada skala tersebut, guncangan dapat dirasakan oleh masyarakat di dalam rumah dan benda-benda ringan dapat mengalami gerakan.
Data BMKG juga menunjukkan adanya sejumlah aktivitas gempa lain di sekitar wilayah tersebut. Pada pukul 08.48.25 WIB tercatat gempa bermagnitudo 2,6 dengan koordinat 7,25 LS dan 107,60 BT. Sebelumnya, pada pukul 06.21 WIB tercatat gempa bermagnitudo 2,3 dalam daftar real-time, meski parameter pada daftar gempa dirasakan BMKG kemudian tercatat sebagai magnitudo 2,2 dengan kedalaman 5 kilometer. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa parameter gempa dapat mengalami pemutakhiran setelah analisis lebih lanjut.
Aktivitas serupa juga muncul pada sejumlah titik di kawasan selatan Jawa Barat. BMKG wilayah Lampung yang memantau wilayah regional mencatat beberapa kejadian pada pagi hari, termasuk gempa bermagnitudo 2,0 pada pukul 08.18.36 WIB di sekitar 43 kilometer barat daya Kabupaten Bandung, serta gempa-gempa kecil lainnya di sekitar wilayah selatan Jawa Barat.
Rangkaian gempa tersebut berlangsung ketika aktivitas kegempaan juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Berdasarkan daftar 200 gempa bumi real-time BMKG, pada Rabu hingga sekitar pukul 12.29 WIB tercatat gempa di Halmahera, Flores, Sulawesi, Laut Flores, Laut Timor, Sumatera, serta wilayah Indonesia lainnya.
Pada pukul 12.29.34 WIB, misalnya, BMKG mencatat gempa bermagnitudo 3,8 dengan kedalaman 70 kilometer di Halmahera. Sebelumnya, pada pukul 10.17.44 WIB terjadi gempa bermagnitudo 3,6 di Semenanjung Minahassa, Sulawesi, sedangkan pada pukul 07.34.53 WIB tercatat gempa bermagnitudo 4,6 di Laut Timor.
Namun, aktivitas gempa di Kabupaten Bandung memiliki karakter yang berbeda karena episenternya berada di darat dan relatif dangkal. Kondisi tersebut membuat gempa dengan magnitudo yang relatif kecil tetap dapat dirasakan masyarakat yang berada cukup dekat dengan sumber gempa.
BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa gempa bermagnitudo 2,9 yang terjadi pada pukul 08.11.31 WIB merupakan gempa tektonik dangkal. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut dipicu aktivitas sesar. Guncangan tercatat pada skala III MMI di Pangalengan dan Kertasari. Hingga informasi tersebut diterbitkan, BMKG menyatakan belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
BMKG juga menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hal itu berkaitan dengan karakteristik sumber gempa yang berada di darat dan magnitudo yang relatif kecil. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam informasi resminya, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kemungkinan gempa susulan. Imbauan tersebut tercantum dalam informasi gempa terkini BMKG setelah kejadian gempa yang dirasakan di wilayah Kabupaten Bandung.
Rangkaian kejadian pada 16 September ini menunjukkan adanya aktivitas seismik yang cukup rapat di kawasan selatan Kabupaten Bandung. Meski demikian, jumlah kejadian gempa tidak dapat secara otomatis diartikan sebagai pertanda akan terjadi gempa besar. Setiap kejadian harus dilihat berdasarkan magnitudo, kedalaman, lokasi episenter, mekanisme sumber, serta hasil pemantauan dan analisis seismologi.
Karena itu, masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya di wilayah Pangalengan dan Kertasari serta kawasan sekitar episenter, diimbau tetap waspada tanpa panik. Warga juga disarankan memastikan kondisi bangunan dan menghindari bagian bangunan yang mengalami kerusakan setelah merasakan guncangan.
BMKG menegaskan informasi gempa dengan magnitudo di bawah 5,0 sebaiknya merujuk pada kanal resmi BMKG karena parameter awal dapat berubah setelah proses analisis. Portal resmi BMKG juga menyediakan data gempa real-time yang terus diperbarui.
Dengan demikian, hingga pembaruan data yang tersedia pada 16 September 2026, gempa yang paling signifikan dirasakan di Kabupaten Bandung adalah kejadian pukul 08.11 WIB dengan magnitudo 2,9 dan kedalaman 5 kilometer. Guncangan dirasakan pada skala III MMI di Pangalengan dan Kertasari, sementara BMKG belum melaporkan adanya kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!