Hadiah Terbesar Edi Cahyadi Setelah 30 Tahun Mengabdi di Pemkot Bandung
Baginya, pengakuan ini bukan sekadar sebuah jabatan baru, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian panjang yang ia jalani dengan penuh kesetiaan. "Dulu sempat berharap jadi PNS, tapi PPPK juga tidak apa-apa. Yang penting mah, sudah punya SK. Sudah diakui. Itu kebahagiaan luar biasa," ungkapnya dengan mata berbinar.
Selama bertahun-tahun bekerja di SMP 46, Edi dikenal sebagai sosok yang disiplin dan sederhana. Ia bukan hanya tenaga teknis di sekolah, tetapi juga sosok yang sering membantu guru, membimbing siswa, dan menjaga ketertiban lingkungan sekolah. Bagi Edi, sekolah bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
"Anak-anak sudah seperti keluarga. Setiap tahun ganti kepala sekolah, tapi saya tetap di sini. SMP 46 sudah jadi bagian dari hidup saya," ucapnya lirih, menyiratkan kedalaman hubungan yang ia bangun dengan sekolah dan para siswanya. Bagi Edi, SMP 46 bukan hanya tempat ia bekerja, melainkan tempat ia menumbuhkan kasih sayang dan dedikasi.
Edi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah memberikan kesempatan kepada tenaga honorer seperti dirinya untuk mendapatkan pengakuan resmi. "Kami berharap Pemkot Bandung selalu solid. Program PPPK Paruh Waktu ini luar biasa, kepanjangan tangan pemerintah yang memberi harapan baru bagi kami yang sudah lama mengabdi," tutur Edi dengan penuh harap.
Pada saat pelantikan, Wali Kota Muhammad Farhan menekankan pentingnya integritas dalam bekerja. Kata-kata itu pun sangat berkesan bagi Edi. "Kata Pak Wali, integritas itu yang utama. Jadi kami pun akan menjaga itu. Jangan sampai setelah diangkat malah kendor. Justru harus lebih semangat," ujarnya, menegaskan komitmennya untuk terus berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai PPPK Paruh Waktu.
Kini, dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, Edi bertekad menutup masa pengabdiannya dengan penuh rasa syukur dan dedikasi. "Saya tidak tahu berapa lama lagi bisa bekerja, tapi yang pasti saya ingin terus berbuat baik sampai akhir masa tugas," kata Edi dengan penuh keyakinan. Di balik senyumannya, ada tekad yang lebih besar: untuk terus memberikan yang terbaik, meskipun masa tugasnya mungkin akan segera berakhir. Tetapi, yang terpenting baginya, adalah pengakuan ini, yang datang setelah perjuangan panjang yang penuh harapan dan kesabaran.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!