Hadiah Terbesar Edi Cahyadi Setelah 30 Tahun Mengabdi di Pemkot Bandung

ED
Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:07 WIB
Bagikan
Hadiah Terbesar Edi Cahyadi Setelah 30 Tahun Mengabdi di Pemkot Bandung

VISI.NEWS | BANDUNG - Tangannya sedikit gemetar saat menerima map berisi Surat Keputusan itu. Di hadapannya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dengan senyuman bangga menyaksikan Edi Cahyadi—pria yang sudah mengabdi hampir tiga dekade—resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Mata Edi berkaca-kaca, mencoba menahan haru yang hampir tumpah di Pendopo Kota Bandung, Senin (27/10/2025). Setelah 30 tahun menjadi tenaga honorer, akhirnya status yang dinanti-nanti itu datang juga.

"Edi Cahyadi, satu dari 7.326 PPPK Paruh Waktu yang resmi menandatangani perjanjian kerja dengan Pemkot Bandung," kata Wali Kota dengan penuh pengakuan, memberi penghargaan atas perjuangan panjang Edi. Di balik senyuman Edi yang lebar, ada kisah panjang perjuangan yang tak banyak orang tahu.

"Saya sudah menunggu hampir 30 tahun, Kang," kata Edi kepada rekan-rekannya, dengan suara yang hampir tidak terdengar. "Dari tahun 1995 saya mulai bekerja di SMP 46. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya mendapatkan SK juga." Suaranya penuh syukur, namun ada sedikit getar emosi yang tak bisa disembunyikan.

SMP Negeri 46 Bandung, tempat Edi mengabdi, berdiri pada tahun 1994. Setahun kemudian, Edi mulai bekerja di sana. Sejak itu, langkahnya tidak pernah terhenti. Statusnya sebagai tenaga honorer tidak menghalangi semangatnya. Bahkan meski ada banyak perubahan kebijakan, Edi tetap setia di sana, tak pernah menyerah.

"Sudah 4-5 kali ikut tes CPNS dan PPPK. Kadang gagal, kadang belum ada formasi. Tapi saya tidak pernah menyerah," kenangnya, seakan menghidupkan kembali kenangan puluhan tes yang ia ikuti tanpa kenal lelah. Setiap kegagalan justru semakin menguatkan tekadnya.

Kini, di usia 52 tahun, Edi bisa bernapas lega. Pelantikan itu baginya adalah hadiah terbesar dalam hidupnya, sesuatu yang ia tunggu-tunggu selama tiga dekade. "Aduh, sudah tidak bisa berkata-kata lagi," katanya sambil tersenyum lebar. "Kalau orang Sunda mah, dianti-anti pisan," lanjutnya, menyebutkan kata-kata yang penuh harapan dan kerinduan.

Baginya, pengakuan ini bukan sekadar sebuah jabatan baru, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian panjang yang ia jalani dengan penuh kesetiaan. "Dulu sempat berharap jadi PNS, tapi PPPK juga tidak apa-apa. Yang penting mah, sudah punya SK. Sudah diakui. Itu kebahagiaan luar biasa," ungkapnya dengan mata berbinar.

Selama bertahun-tahun bekerja di SMP 46, Edi dikenal sebagai sosok yang disiplin dan sederhana. Ia bukan hanya tenaga teknis di sekolah, tetapi juga sosok yang sering membantu guru, membimbing siswa, dan menjaga ketertiban lingkungan sekolah. Bagi Edi, sekolah bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

"Anak-anak sudah seperti keluarga. Setiap tahun ganti kepala sekolah, tapi saya tetap di sini. SMP 46 sudah jadi bagian dari hidup saya," ucapnya lirih, menyiratkan kedalaman hubungan yang ia bangun dengan sekolah dan para siswanya. Bagi Edi, SMP 46 bukan hanya tempat ia bekerja, melainkan tempat ia menumbuhkan kasih sayang dan dedikasi.

Edi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah memberikan kesempatan kepada tenaga honorer seperti dirinya untuk mendapatkan pengakuan resmi. "Kami berharap Pemkot Bandung selalu solid. Program PPPK Paruh Waktu ini luar biasa, kepanjangan tangan pemerintah yang memberi harapan baru bagi kami yang sudah lama mengabdi," tutur Edi dengan penuh harap.

Pada saat pelantikan, Wali Kota Muhammad Farhan menekankan pentingnya integritas dalam bekerja. Kata-kata itu pun sangat berkesan bagi Edi. "Kata Pak Wali, integritas itu yang utama. Jadi kami pun akan menjaga itu. Jangan sampai setelah diangkat malah kendor. Justru harus lebih semangat," ujarnya, menegaskan komitmennya untuk terus berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai PPPK Paruh Waktu.

Kini, dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, Edi bertekad menutup masa pengabdiannya dengan penuh rasa syukur dan dedikasi. "Saya tidak tahu berapa lama lagi bisa bekerja, tapi yang pasti saya ingin terus berbuat baik sampai akhir masa tugas," kata Edi dengan penuh keyakinan. Di balik senyumannya, ada tekad yang lebih besar: untuk terus memberikan yang terbaik, meskipun masa tugasnya mungkin akan segera berakhir. Tetapi, yang terpenting baginya, adalah pengakuan ini, yang datang setelah perjuangan panjang yang penuh harapan dan kesabaran.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.