Gus Yahya Serukan Kesetiaan Santri kepada Pesantren, NU, dan Indonesia di Lirboyo

ED
Selasa, 21 Oktober 2025 | 07:50 WIB
Bagikan
Gus Yahya Serukan Kesetiaan Santri kepada Pesantren, NU, dan Indonesia di Lirboyo

VISI.NEWS | KEDIRI - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyerukan semangat dan kesetiaan kepada pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), dan Indonesia di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Senin (20/10/2025). Kehadirannya dalam acara Lirboyo Bersholawat yang digelar untuk mensyukuri momentum Hari Santri 2025 menjadi momen penuh makna bagi warga pesantren dan jamaah yang memadati area pesantren tertua di Kediri itu.

Dalam suasana religius dan penuh semangat, kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu membuka sambutannya dengan seruan lantang yang menggugah semangat ribuan santri. “Santri?” serunya, dijawab kompak oleh para santri dengan teriakan, “Iya!”. Ia kemudian melanjutkan dengan serangkaian ajakan penuh semangat: “Siap bela Lirboyo?”, “Siap bela pesantren?”, “Siap bela NU?”, dan “Siap bela Indonesia?”, yang semuanya dijawab serentak dengan pekikan “Siap!”. “Alhamdulillah, jawabannya siap semua. Tidak ada lagi yang perlu dikatakan,” ujar Gus Yahya disambut sorak gembira ribuan jamaah.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menegaskan kembali pesan Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri NU, yang menyatakan bahwa para ulama NU adalah pewaris sah ilmu agama Islam karena memiliki sanad keilmuan yang muttasil—bersambung hingga Rasulullah saw. “Para ulama NU memiliki otoritas dalam mengajarkan agama karena ilmu mereka diperoleh dari jalur keilmuan yang sah dan bersambung,” tegasnya.

Ia kemudian mengutip nasihat Hadratussyekh yang menyebut para ulama sebagai “gudang-gudangnya ilmu” dan “pintu-pintunya ilmu”. Gus Yahya mengingatkan bahwa tidak ada jalan pintas dalam menuntut ilmu agama. “Barang siapa masuk rumah tidak dari pintunya, dari jendela, dari genteng, atau membobol dinding, dia dinamai maling,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan para santri.

Dari pesan itu, Gus Yahya mengajak para santri untuk memahami pentingnya menuntut ilmu agama dari sumber yang benar dan berotoritas. “Kita memilih menjadi santri karena kita ingin menjalankan agama tidak seperti maling. Kita ingin memasuki agama dari pintu-pintunya. Ilmu dan agama yang kita pelajari ini adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw,” katanya penuh penekanan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.