Gus Maftuh Respons Polemik Buku Islam Ala Prabowo: Jangan Terjebak Judul 7 Sep 2026 BMKG: Fase Erupsi Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam 7 Sep 2026 BUMN Dipangkas dari 1.030 Jadi 250, Nengah Senantara: Nasib Karyawan Tetap Terjamin 7 Sep 2026 Ranny Fahd: Kenaikan Anggaran Kemendukbangga 2027 Harus Berdampak pada Pembangunan SDM 7 Sep 2026 Gamal Albinsaid Kritik Akurasi Sistem Desil, Soroti Risiko Pencabutan PBI-JK 7 Sep 2026 TB Hasanuddin Minta Kertajati Dipertahankan sebagai Bandara Internasional 7 Sep 2026 BMKG Terus Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau 7 Sep 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.637 per Gram 7 Sep 2026 Barros Bahagia Bawa Persib Menang atas PSM Makassar 7 Sep 2026 Tolic Apresiasi Dukungan Bobotoh dan Kerja Keras Pemain Persib 7 Sep 2026 Gus Maftuh Respons Polemik Buku Islam Ala Prabowo: Jangan Terjebak Judul 7 Sep 2026 BMKG: Fase Erupsi Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam 7 Sep 2026 BUMN Dipangkas dari 1.030 Jadi 250, Nengah Senantara: Nasib Karyawan Tetap Terjamin 7 Sep 2026 Ranny Fahd: Kenaikan Anggaran Kemendukbangga 2027 Harus Berdampak pada Pembangunan SDM 7 Sep 2026 Gamal Albinsaid Kritik Akurasi Sistem Desil, Soroti Risiko Pencabutan PBI-JK 7 Sep 2026 TB Hasanuddin Minta Kertajati Dipertahankan sebagai Bandara Internasional 7 Sep 2026 BMKG Terus Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau 7 Sep 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.637 per Gram 7 Sep 2026 Barros Bahagia Bawa Persib Menang atas PSM Makassar 7 Sep 2026 Tolic Apresiasi Dukungan Bobotoh dan Kerja Keras Pemain Persib 7 Sep 2026

Gus Maftuh Respons Polemik Buku Islam Ala Prabowo: Jangan Terjebak Judul

Desi Rossilawati
Senin, 7 September 2026 | 11:18 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS - Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya, KH Mas Muhammad Maftuh, angkat bicara terkait polemik buku 'Islam Ala Prabowo: Cara Presiden Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam' yang diluncurkan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Gus Maftuh yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Kyai Kampung Indonesia (FK3I) meminta masyarakat membaca buku tersebut secara utuh dan proporsional. Menurutnya, istilah 'Islam Ala Prabowo' tidak dimaksudkan untuk menciptakan mazhab, aliran, maupun bentuk Islam baru yang berbeda dari ajaran Islam yang dianut umat Muslim Indonesia.

“Jangan memahami buku ini hanya dari tiga kata, ‘Islam Ala Prabowo’, kemudian langsung menyimpulkan seolah-olah ada Islam baru atau mazhab baru. Maksudnya adalah bagaimana nilai-nilai Islam dipahami dan tercermin dalam kehidupan, sikap, serta kepemimpinan Prabowo,” ujar Gus Maftuh dalam keterangannya yang dikutip, Senin (7/9/2026).

Ia menjelaskan, buku tersebut mengupas dimensi keislaman Presiden Prabowo Subianto dari berbagai sisi, mulai dari kehidupan pribadi, perjalanan karier, hingga kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Buku tersebut juga menghimpun pandangan dan tulisan dari sejumlah tokoh agama, ulama, akademisi, politisi, serta tokoh nasional.

“Ini buku yang mencoba melihat sisi keislaman seorang pemimpin. Jadi yang dibicarakan bukan Islam sebagai agama yang baru, tetapi bagaimana nilai Islam seperti perdamaian, keadilan, persatuan, kepedulian kepada rakyat dan kemanusiaan dapat diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Gus Maftuh menilai kehadiran buku tersebut penting dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, Islam Indonesia harus mampu menjadi kekuatan moral yang mendorong kemajuan, kedamaian, kerukunan, dan persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.