Guru SMK Disulap Jadi Duta Finansial, FIFGROUP Nyalakan Perubahan
Sebanyak 37 guru terbaik SMK dari berbagai daerah sebagai Duta MENYALA dalam ajang Teacher Summit 2026 di Menara FIF, Jakarta Selatan. /visi.news/ist
VISI.NEWS | JAKARTA - PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan Astra di sektor pembiayaan, mengukuhkan 37 guru terbaik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah sebagai Duta MENYALA dalam ajang Teacher Summit 2026 di Menara FIF, Jakarta Selatan. Pengukuhan ini menjadi puncak apresiasi perusahaan terhadap para pendidik yang dinilai berhasil menjadi motor penggerak literasi keuangan bagi generasi muda Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif FIFGROUP Menyuarakan Literasi Melalui Aksi (MENYALA), sebuah gerakan yang tidak hanya mendorong pemahaman finansial di lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan industri.
Di tengah tantangan rendahnya literasi keuangan di kalangan generasi muda, FIFGROUP memilih jalur pendidikan sebagai strategi jangka panjang. Bukan hanya membekali siswa dengan pengetahuan mengelola uang, tetapi juga menanamkan kesadaran finansial sejak bangku sekolah melalui peran para guru.
Direktur FIFGROUP Esther Sri Harjati mengatakan, Teacher Summit 2026 merupakan bentuk penghormatan terhadap guru-guru inspiratif yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan dalam menggerakkan perubahan.
“Melalui Teacher Summit 2026, kami ingin memberikan apresiasi kepada para guru yang telah menjadi mitra FIFGROUP dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda. Kami berharap semangat ini terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” ujar Esther, dalam keterangannya kepada VISI.NEWS, Selasa (28/4/2026).
Program MENYALA sendiri merupakan bagian dari pilar Corporate Social Responsibility (CSR) FIFGROUP Pintar, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam penguatan literasi keuangan di sekolah vokasi.
Sepanjang 2025, program ini mencatat jangkauan yang cukup luas. Sebanyak 296 SMK di seluruh Indonesia telah terlibat, dengan partisipasi 5.405 guru dan manfaat yang dirasakan 31.746 siswa melalui program Jam Sosial Mengajar.
Capaian tersebut juga tercermin dari tingkat kepuasan peserta yang tinggi. Pelatihan guru memperoleh skor 3,88 dari 4,00, Jam Sosial Mengajar mencatat 3,87 dari 4,00, sementara Indeks Literasi Keuangan Guru berada di angka 3,46 dari 4,00.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!