Giliran Situs Resmi BSSN Jadi Korban Peretasan

ED
Senin, 25 Oktober 2021 | 14:28 WIB
Bagikan
Giliran Situs Resmi BSSN Jadi Korban Peretasan

VISI.NEWS | YOGYAKARTA - Serangan dengan deface memang sering terjadi ke website pemerintah, sebelumnya pada situs Setkab. Kali ini dikabarkan website BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) terkena deface, yang beralamat di www.pusmanas.bssn.go.id yang diketahui dari salah satu unggahan twitter.

Dalam keterangannya kepada VISI.NEWS, Senin (25/10/2021), pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa serangan tersebut diunggah pada hari rabu 20 Oktober oleh akun twitter @son1x777. Di unggahan tersebut dituliskan telah di hack oleh "theMx0nday".

“Dituliskan oleh pelaku deface bahwa aksi ini dilakukan untuk membalas pelaku yang diduga dari Indonesia yang telah meretas website negara Brazil,” terang chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini.

Pratama menambahkan bahwa deface pada website merupakan peretasan ke sebuah website dan mengubah tampilannya. Perubahan tersebut bisa meliputi seluruh halaman atau di bagian tertentu saja. Contohnya, font website diganti, muncul iklan mengganggu, hingga perubahan konten halaman secara keseluruhan.

"Seharusnya BSSN sejak awal mempunyai rencana mitigasi atau BCP (Business Continuity Planning) ketika terjadi serangan siber, karena induk CSIRT (Computer Security Incident Response Team) yang ada di Indonesia adalah BSSN," terangnya.

Ditambahkan olehnya, kalau melihat sistem keamanan yang sudah baik di BSSN, sepertinya ada pelanggaran SOP terhadap link pada www.pusmanas.bssn.go.id, karena mungkin tidak melewati proses Penetration Test terlebih dahulu ketika akan di publish.

"Kalau di cek attacknya, mungkin bisa dicari tahu kenapa bisa firewall nya membypass serangan ke celah vulnerable nya. Attack yang simple pun, kalau lolos dari firewall bisa mengakibatkan kerusakan yang besar. Jangan dianggap semua serangan deface itu adalah serangan ringan, bisa jadi hackernya sudah masuk sampai ke dalam," kata pria asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

Menurut Pratama, perlu dilakukan digital forensik dan audit keamanan informasi secara keseluruhan. Sangat disayangkan BSSN sebagai institusi yang harusnya paling aman keamanan sibernya, hanya gara-gara kesalahan kecil yang tidak perlu, ternyata jadi gampang diretas.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.