GAUL 2026 Lahirkan Film Kolaboratif "Ra.ha.yu"
Film "Ra.ha.yu", sebuah karya yang mengangkat kisah pengabdian seorang guru dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. /visi.news/ist
VISI.NEWS – GAUL 2026 (Gekrafs Jabar Aksi Bari Ulin) tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya pelaku ekonomi kreatif di Jawa Barat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum lahirnya kolaborasi lintas sektor melalui produksi film "Ra.ha.yu", sebuah karya yang mengangkat kisah pengabdian seorang guru dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Film "Ra.ha.yu" menjadi representasi bagaimana subsektor film mampu menjadi simpul kolaborasi dari berbagai bidang dalam ekosistem ekonomi kreatif. Tidak hanya melibatkan insan perfilman, produksi film ini juga menyatukan kontribusi dari sektor pendidikan, musik, fotografi, desain komunikasi visual, animasi, teknologi digital, seni rupa, kriya, fesyen, arsitektur untuk kebutuhan artistik dan tata panggung, kuliner, hingga dunia usaha dan dunia industri.
Kolaborasi tersebut diprakarsai oleh GEKRAFS Jawa Barat bersama PT Chlorine Digital Media sebagai penggerak ekosistem kreatif yang berupaya menghubungkan komunitas, industri, dunia pendidikan, pemerintah, dan talenta muda dalam satu proses produksi yang terintegrasi.
Ketua GEKRAFS Jawa Barat menilai film bukan hanya sebuah produk hiburan, tetapi juga media yang mampu mempertemukan berbagai subsektor ekonomi kreatif dalam satu karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai sosial. Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, potensi talenta lokal dapat berkembang sekaligus memperoleh pengalaman bekerja sesuai standar industri kreatif.
Dalam proses produksinya, SMK Al-Wafa dipercaya sebagai mitra strategis sekaligus menjadi bagian dari tim produksi film "Ra.ha.yu". Keterlibatan sekolah vokasi tersebut bukan hanya sebagai lokasi praktik, melainkan menjadi implementasi nyata pembelajaran berbasis industri atau project-based learning.
Para siswa dan guru memperoleh kesempatan terlibat langsung dalam seluruh tahapan produksi bersama para profesional, mulai dari proses pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk memahami proses kerja industri kreatif secara nyata sebelum memasuki dunia kerja.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!