Format Baru Jaga Asa Afrika Selatan di Piala Dunia
Afrika Selatan di Piala Dunia 2026./visi.news/AP Photo.
VISI.NEWS | BANDUNG - Kekalahan pada laga pembuka tidak serta merta menutup peluang Afrika Selatan di Piala Dunia 2026. Meski harus mengakui keunggulan Meksiko dengan skor 0-2, tim berjuluk Bafana Bafana masih memiliki kesempatan besar untuk melangkah ke fase gugur berkat perubahan format kompetisi yang diterapkan FIFA.
Dalam pertandingan perdana Grup, Afrika Selatan gagal membendung permainan Meksiko yang mencetak gol melalui Julian Quinones dan Raul Jimenez. Hasil tersebut membuat Afrika Selatan berada di dasar klasemen sementara grup.
Namun situasi di Piala Dunia 2026 berbeda dibanding edisi sebelumnya. Turnamen yang kini diikuti 48 negara menghadirkan sistem baru yang membuka peluang lebih luas bagi peserta untuk lolos dari fase grup.
Jika sebelumnya hanya dua tim teratas dari setiap grup yang berhak melaju ke babak 16 besar, kini fase gugur dimulai dari babak 32 besar. Selain dua tim terbaik di masing masing grup, delapan tim peringkat ketiga terbaik dari 12 grup juga akan mendapatkan tiket ke fase berikutnya.
Perubahan ini membuat kekalahan pada laga pertama tidak selalu menjadi penentu nasib sebuah tim. Peluang untuk bangkit tetap terbuka selama mampu meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.
Bagi Afrika Selatan, dua laga tersisa akan menjadi penentuan. Mereka dijadwalkan menghadapi Ceko pada 18 Juni sebelum menantang Korea Selatan pada 25 Juni. Hasil dari kedua pertandingan tersebut akan sangat menentukan posisi mereka dalam perebutan tiket ke babak gugur.
Secara historis, Afrika Selatan belum pernah berhasil melewati fase grup dalam tiga penampilan mereka di ajang Piala Dunia. Karena itu, format baru yang memberikan jalur tambahan menuju fase gugur dapat menjadi kesempatan terbaik bagi mereka untuk mencatat sejarah baru di turnamen edisi 2026.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!