FFB ke-39: Pangku Jadi Film Terpuji, Christine Hakim Raih Lifetime Achievement
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, keberlangsungan industri perfilman tidak dapat dipisahkan dari keberadaan para pelaku yang menjadi bagian utama ekosistem tersebut.
Menurut Farhan, keberadaan investor dan penonton tidak akan cukup untuk menjaga industri perfilman apabila tidak diimbangi dengan keberadaan insan kreatif yang terus menghasilkan karya.
“Ekosistem perfilman harus punya satu syarat utama, yaitu pelaku. Tanpa pelaku, ekosistem ini akan ambruk. Percuma kita punya investor, percuma kita punya penonton kalau pelakunya tidak ada,” ujar Farhan.
Farhan mengatakan penghargaan dalam FFB merupakan bentuk apresiasi bagi para pelaku yang berhasil mencapai pencapaian terbaik dalam bidangnya. Namun, menurut dia, penghargaan juga seharusnya menjadi bentuk penghormatan kepada para pekerja film yang terus konsisten berkarya.
Ia menilai konsistensi para insan perfilman menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ekosistem sinema Indonesia agar tetap hidup dan berkembang.
Selain menjadi ajang penghargaan, malam puncak FFB ke-39 juga mempertegas hubungan panjang Kota Bandung dengan sejarah perkembangan perfilman Indonesia.
Farhan menyebut sejumlah karya dan perjalanan tokoh perfilman memiliki keterkaitan dengan Bandung. Jejak tersebut antara lain dapat ditelusuri dari Lutung Kasarung, Lewat Tengah Malam, hingga Gadis Marathon.
Menurutnya, film memiliki posisi penting karena dapat menjadi medium yang memperkenalkan kehidupan, kebudayaan, dan identitas suatu bangsa kepada masyarakat luas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!