Festival Al Jabbar, Wajah Baru dari Kelanjutan Festival Istiqlal yang Dirindukan
VISI.NEWS – Festival Al Jabbar dipersiapkan menjadi agenda tahunan berskala nasional bahkan internasional yang akan digelar di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung. Festival ini direncanakan berlangsung selama satu bulan, mulai pekan kedua Oktober hingga pekan kedua November 2026, dengan menghadirkan beragam kegiatan keagamaan, seni, budaya, pendidikan, berbagai ajang lomba, kegiatan ekonomi kreatif, hingga forum penampilan seni Islam internasional.
Festival Al Jabbar diispirasi dari semangat Festival Istiqlal yang pernah terjadi dua kali penyelenggaraan di tahun 1991 dan 1995, yang menjadi momentum luarbiasa kala itu, yang mampu menjawab dan memberi warna, kemajuan semua aspek keumatan baik dibidang seni, budaya, dan tercatatnya pemikiran-pemikiran cendikiawan muslim indonesia dekade itu.
Geliat dari kebangkitan peradaban Islam dekade ini, akan bisa di saksikan dengan diselenggarakannya Festival Al Jabbar di Masjid ikonik kebanggaan masyarakat Jawa Barat di Masjid Raya Al Jabbar, yang penyelenggaraannya akan di laksanakan di ditahun ini, serta memiliki beragam kegiatan yang diperluas aktivitasnya, sehingga diharapkan menjadi salah satu festival Islam terbesar di Indonesia, setelah Festival Istiqlal.
Penyelenggaraan festival diinisiasi oleh Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI Jawa Barat dengan Bambang Melga Suprayogi dipercaya sebagai ketua panitia.
Perkuat Syiar Islam dan Peradaban
Bambang mengatakan, festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat sekaligus menjadi wadah penguatan syiar Islam, pelestarian seni budaya, dan pengembangan peradaban Islam yang inklusif.
"Festival Al Jabbar diharapkan menjadi media syiar Islam, pelestarian seni budaya bangsa, penguatan nilai-nilai keagamaan, sekaligus penguatan karakter masyarakat Jawa Barat, khususnya menautkan para seniman nasional dan internasional, para sastrawan, pemikir Islam, dan institusi perguruan tinggi yang akan berkontribusi di Festival Al Jabbar ini," ujar Bambang usai rapat perdana kepanitiaan Festival Al Jabbar, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, Festival Al Jabbar juga diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pengembangan seni, budaya, dan peradaban Islam di Indonesia.
Libatkan Peserta dari Dalam dan Luar Negeri
Panitia menargetkan partisipasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sejumlah negara sahabat juga akan diundang melalui perwakilan kedutaan besar di Indonesia sehingga Festival Al Jabbar memiliki dimensi internasional.
Keterlibatan berbagai negara diharapkan memperkuat diplomasi budaya serta memperluas jejaring kerja sama dalam pengembangan seni dan peradaban Islam.
Hadirkan Beragam Kegiatan Selama Sebulan
Selama satu bulan penyelenggaraan, Festival Al Jabbar akan menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya pameran, expo, pertunjukan seni budaya Islam, lomba-lomba, seminar dan forum ilmiah, pengembangan ekonomi syariah, bazar produk UMKM umum dan Pesantren, hingga peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang akan di bidik menjadi salah satu agenda utama festival.
Konsep festival yang berlangsung selama satu bulan penuh diharapkan mampu memberikan ruang partisipasi, peristiwa perhelatan besar, yang efeknya lebih luas bagi masyarakat, pelaku seni, akademisi, komunitas, pelaku usaha, maupun organisasi kemasyarakatan. "Silakan untuk para pelaku seni, budaya, pemikir islam, yang akan berkontribusi di Festival ini, termasuk perusahaan yang akan mensupport beragam kegiatan, bisa menghubungi No. WA Lutfi +62 822-4032-1166 untuk yang akan ber kontribusi kegiatan seni budaya dan pemikiran Islam kemudian, dan Ujang Rahmat +62 811-2226-6665 untuk yang akan ikut sebagai sponsorship di Ajang Festival Al Jabbar, dan bisa menghubungi ketua pelaksana, serta Bambang Melga +62 813-1463-137 bagi rekan-rekan yang ingin terlibat sebagai panitia, memiliki spesialisasi bidang seni, budaya, dan pemikiran Islam, silahkan bisa di ajukan untuk turut memperkuat Festival Al Jabbar yang membutuhkan banyak nama-nama besar rekan-rekan semua, yang siap turut mensukseskan peristiwa perhelatan besar ini," ungkap Bambang.
Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Religi
Saat ini panitia masih terus mematangkan konsep penyelenggaraan, struktur kepanitiaan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui sinergi tersebut, Festival Al Jabbar diharapkan tidak hanya menjadi agenda syiar Islam, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisata religi, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Jawa Barat.
Dengan konsep festival yang berlangsung selama satu bulan penuh, Festival Al Jabbar diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan terbesar di Indonesia yang dapat memperkuat citra Jawa Barat sebagai pusat seni, budaya, dan peradaban Islam di tingkat nasional maupun internasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!