Epidemiolog Ingatkan Waspadai Penularan Virus Hanta, Ini Cara Penularannya
Ilustrasi./visi.news/Adobe Stock.
VISI.NEWS | BANDUNG - Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penularan virus hanta yang dapat terjadi melalui paparan debu dari urin maupun kotoran tikus.
Dicky mengatakan, virus ini dikenal dengan nama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang merupakan penyakit zoonosis dari keluarga virus hantavirus.
“Hanta virus pulmonary syndrom ini adalah penyakit zoonosis dari keluarga virus hantavirus. Cara penularan utamanya itu inhalasi aerosol, jadi terhirup dari debu urin yang mengering, feses tikus ataupun air liur tikus yang sakit itu,” kata Dicky dalam keterangannya dikutip, KAMIS )7/5/2026).
“Biasanya kematian bisa sampai 40 persen dengan mekanisme utama adanya vascular leakage syndrome, sehingga paru terisi cairan dan ini terjadi hipoksia berat,” ujarnya.
Hingga kini belum tersedia terapi antivirus spesifik untuk penyakit ini. Penanganan yang dilakukan bersifat suportif, seperti pemberian oksigen melalui ventilator serta pengelolaan cairan tubuh secara ketat.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama di lingkungan berisiko tinggi seperti kapal laut atau ruangan tertutup dengan ventilasi terbatas guna meminimalkan paparan terhadap sumber penularan. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!
Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.