Eowyn Chen: Dinamika Siklus Pasar, Memahami Desentralisasi, dan Peluang Adopsi Massal Kripto
VISI.NEWS | BANDUNG - Di tengah gejolak pasar dan silih bergantinya tren digital, apa yang sebenarnya menjadi inti pasar kripto spekulasi ataukah inovasi? Layaknya pasar finansial lainnya, dunia kripto juga bergerak dalam siklus. Hal ini kerapkali menggeser sentimen serta fokus pasar. Namun, pertanyaan mendasarnya: apa yang benar-benar memiliki potensi jangka panjang untuk cryptocurrency dan teknologi blockchain?
Dikutip dari laman Beincrypto, Selasa (22/7/2025), artikel ini akan menggali hal tersebut melalui sudut pandang Eowyn Chen, CEO Trust Wallet, membedah pertanyaan ini dalam sesi diskusi Proof of Talk 2025, membahas membahas dinamika siklus pasar, tetapi juga membedah makna desentralisasi yang sesungguhnya, serta faktor-faktor yang bisa membuka jalan menuju adopsi massal kripto di masa depan.
Mendefinisikan Tren dalam Siklus Pasar Kripto
Siklus pasar kripto adalah periode ketika pola tertentu dalam pergerakan harga dan sentimen investor terlihat jelas entah penuh optimisme atau justru diliputi pesimisme. Siklus ini kerap dikaitkan dengan rentang waktu empat tahunan, terutama karena adanya momen Bitcoin halving. Setiap empat tahun sekali, reward blok bagi para miner dipangkas separuhnya, sehingga pasokan Bitcoin baru yang masuk pasar pun semakin menipis. Mekanisme inilah yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemicu utama siklus pasar. Namun di dalam siklus yang lebih besar ini, terdapat fenomena yang umurnya lebih pendek tren atau narasi yang bergantian mendominasi pasar. Kita bisa melihatnya dalam bentuk DeFi, NFT, meme coin, ICO, play-to-earn (P2E), liquid staking, dan berbagai inovasi lainnya.
Eowyn Chen dalam diskusi panelnya menyatakan, industri kripto sejak awal telah dibentuk oleh dua budaya mendasar: computer culture dan casino culture. Computer culture fokus pada pembangunan alat-alat inovatif mulai dari aplikasi terdesentralisasi (decentralized application / dApp) hingga pemanfaatan smart contract di berbagai sektor. Sementara itu, casino culture lebih mengedepankan spekulasi dan sensasi finansial jangka pendek misalnya trading cepat, meme coin, ICO, dan tren-tren serupa. Dan dalam siklus kali ini, bisa dibilang casino culture mendominasi secara lebih mencolok.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!