Eowyn Chen: Dinamika Siklus Pasar, Memahami Desentralisasi, dan Peluang Adopsi Massal Kripto
“Bagi kami, kami memilih untuk membangun wallet self-custody karena kami melihat konteks dunia di mana sudah ada banyak solusi kustodian. Sebenarnya, lebih mudah menggunakan model kustodian, tapi kadang itu justru kurang aman terutama kalau Anda memilih kustodian pada situasi ekstrem, black swan yang tak terduga," ucapnya
“Kami memandang self-custody sebagai pilihan individu yang paling mendasar dan penting untuk tetap dimiliki pengguna. Saya orang AS, jadi saya akan menggunakan analogi Amandemen Kedua di sana tentang kepemilikan senjata. Mungkin ada yang bilang, ‘Ah masa perlu?’ Tapi pada intinya, Anda tidak akan membawa senjata setiap hari. Namun jika Anda tinggal di pedesaan, tak ada kepolisian yang memadai atau sistem keamanan yang kuat Anda pasti ingin punya cara untuk melindungi diri sendiri," lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa hal serupa juga berlaku untuk self-custody, di mana meskipun tersedia banyak bank, centralized exchange, dan kustodian yang andal untuk menjaga aset, bisa saja muncul situasi di mana semuanya tidak berjalan sebagaimana mestinya.“Hal yang sama berlaku pada self-custody. Akan selalu ada banyak bank, centralized exchange, kustodian yang hebat untuk menjaga aset Anda, tapi bisa jadi ada masa ketika semuanya tidak berjalan baik. Saat itulah Anda ingin punya pilihan terakhir: self-custody, supaya Anda tetap bisa berkata, ‘Saya yakin, ini milik saya,” ucapnya.
Kembali pada tema optionality yang diberikan desentralisasi, ada contoh lain di kehidupan sehari-hari: navigasi GPS. Banyak orang memilih kenyamanan menggunakan aplikasi penunjuk arah, meski konsekuensinya jadi tidak hafal rute secara manual. Pilihan seperti ini menegaskan nilai utama desentralisasi memberi kekuatan kepada pengguna untuk memutuskan sendiri. Prinsip optionality ini berlaku luas, memastikan tiap orang punya kebebasan memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Adopsi massal dalam konteks kripto berarti tahap di mana teknologi blockchain dan aset digital benar-benar digunakan secara luas oleh masyarakat umum, bukan hanya komunitas khusus ataupun para perintis awal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!