Endang Berlin, Penjaga Irama dan Ruh Kendang Wayang Golek Wafat

ED
Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:33 WIB
Bagikan
Endang Berlin, Penjaga Irama dan Ruh Kendang Wayang Golek Wafat

VISI.NEWS | BANDUNG - Dunia pedalangan Jawa Barat kembali berduka. Endang Rachmat, yang lebih dikenal sebagai Endang Berlin atau Babeh Berlin, penabuh kendang Wayang Golek yang setia menjaga denyut irama Giriharja 3 dan Giriharja 3 Putra, berpulang ke rahmatullah pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kepergiannya menandai berakhirnya satu fase penting dalam sejarah kendangan Wayang Golek—fase estafet kreativitas dari maestro ke murid yang dijalani dengan penuh dedikasi. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Endang Berlin bukan sekadar penerus, melainkan penjaga ruh kendangan gaya Ugan Rahayu. Dalam perjalanan seni Wayang Golek modern, nama Ugan Rahayu dikenal sebagai sosok yang melakukan revolusi besar dalam tepak kendang. Kendangan ciptaannya menghadirkan suasana yang lebih hidup, hégar, dan dinamis dibandingkan pola kendang sebelumnya yang cenderung repetitif dan datar.

Ugan Rahayu mengganti sistem tuning kendang lama dengan kendang jaipongan, memainkan tempo yang lebih cepat, serta berani mengisi bagian kakawén—yang sebelumnya kerap dibiarkan tanpa kendang—dengan pola ritmis yang padat. Langkah ini lahir dari kegelisahan terhadap pementasan Wayang Golek yang dinilai monoton dan sering menimbulkan suasana mengantuk, terutama pada pertunjukan dini hari hingga pagi.

Dalam konteks inilah Endang Berlin hadir sebagai murid sekaligus pewaris estafet. Sejak 1999, ketika kondisi kesehatan Ugan Rahayu mulai menurun, Endang Berlin dipercaya menggantikan peran sang maestro dalam pementasan Wayang Golek Giriharja. Kepercayaan tersebut tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal pemahaman rasa, timing, dan fungsi kendang dalam membangun dramatika wayang.

Kendangan gaya Endang Berlin tetap berakar kuat pada pola Ugan Rahayu, namun disajikan dengan ketekunan dan konsistensi yang khas. Dalam praktik penyajiannya, tepak kendang gaya Endang Berlin diaplikasikan sesuai fungsi utama kendang Wayang Golek, yakni mengiringi gerak wayang, mengiringi lagu pada sejak kiliningan, serta memberi aksentuasi gerak yang bersifat insidental. Kendang menjadi pengikat antara visual, vokal, dan dramatika pertunjukan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.