Enam Alasan Perlunya Mengungkap Motif Sambo

ED
Senin, 15 Agustus 2022 | 15:30 WIB
Bagikan
Enam Alasan Perlunya Mengungkap Motif Sambo

Dengan begitu semakin cepat, motif dugaan pembunuhan oleh Sambo, akan menjadi lebih kondusif buat polisi. Tuduhan polisi diskriminatif dapat ditangkis.

Keempat, penutupan motif dugaan pembunuhan oleh Sambo menimbulkan debat distruktif: harkat martabat siapa yang sebenarnya harus dilindungi oleh polisi? Apakah dalam tupoksi (tugas pokok dan fungsi) polisi diperkenan lebih melindungi harkat martabat perorangan, walupun dia “oknum” polisi, ketimbang melindungi institusi polisinya sendiri , dan melindungi harkat dan martabat masyarakat. Jangan dilupa, jika karena kasus pembunuhan yang dilakukan seseorang, dan motifnya diungkapkan polisi, kemudian harkat dan martabat orang itu (dan “komplotan” yang membantunya) menjadi hilang, itu bukan karena polisi. Bukan juga karena masyarakat. Tapi karena perbuatan terduga pelaku itu sendiri.

Logikanya, kalau Sambo melakukan dugaan pembunuhan berencana, lantas motifnya dibuka oleh polisi ke masyarakat luas, maka yang menghancurkan harkat martabatnya, ya Sambo sendiri, bukan polisi dan bukan masyarakat luas.

Disinilah polisi harus lebih menempatkan kepentingan harkat dan martabat instansi kepolisian dan masyarakat banyak, ketimbang seorang oknum polisi, meskipun yang bersangkutan berpangkat bintang dua dan pernah memangku jabatan strategis serta bergengsi di kepolisian.

Jika motif perkara Sambo tidak dibuat terang benderang dapat menimbulkan kesan polisi masih takut kepada Sambo. Setidaknya polisi dinilai melindungi kepentingan Sambo dengan mengabaikan kepentingan institusi polisi sendiri. Begitu juga polisi dapat dicap tak cukup sensitif untuk melindungi harkat dan martabat publik.

Kembali lagi, semakin cepat polisi membeberkan apa yang sebenarnya menjadi motif Sambo, akan memberikan kemanfaatan yang besar dan penting, baik untuk polisi sendiri maupun untuk masyarakat luas.

Keenam, jika polisi tidak juga membuka motif pembunuhan Sambo, menanamkan kesan kuat, dugaan kekerasan masih biasa terjadi dan dipakai di lingkungan kepolisian, bahkan telah membudaya di polisi. Tanpa kejelasan apa yang melatarbelakangi perbuatan Sambo, publik percaya memang kekerasan semacam itu sudah terbiasa di lingkungan polisi dan kebiasaan ini sengaja terus dipelihara polisi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.