Enam Alasan Perlunya Mengungkap Motif Sambo
Oleh Wina Armada Sukardi wartawan dan penulis senior
AGAR tidak terlampau stress, kita mulai tulisan ini dengan anekdot “klasik” yang banyak diceritakan di masyarakat wartawan hukum dan kriminal.
Konon, kabarnya, terjadi pembunuhan terhadap seorang foto model dan peragawati cantik. Tubuhnya ditemukan dalam keadaan terkapar di lantai. Korban hanya mengenakan celana dalam dan kutang. Di badannya, ditemukan banyak luka. Hebatnya, dalam hitungan waktu hanya tiga hari, misteri kematian wanita bertubuh seksi tersebut sudah berhasil diungkap oleh polisi.
Pada hari keberhasilan pengungkapan kasus itu, Kapolres tempat kejadian perkara langsung mengadakan konprensi pers untuk menjelaskan bagaimana kasus itu dapat cepat terbongkar.
Penjelasannya gamblang, padat tapi sudah mencakup dasar-dasar yang diperlukan. Para wartawan menyiarkan beritanya. Setelah itu, seperti biasa, terjadi tanya jawab antara Kapolres dengan para wartawan yang berjubel di acara itu.
“Pak, kan korban ditemukan dengan pakaian minim. Apa warna celana dalamnya ?” tanya seorang wartawan infotemen yang ingin mengetahui lebih detail pernak-pernik pribadi korban.
“Merah!” jawab Sang Kapolres tanpa tedeng aling-aling.
Seorang wartawan lain, dari media yang lebih serius, mengajukan pertanyaan berikutnya, ”Apa motifnya?” Menghormati para wartawan, tanpa ragu, Kapolres itu menjawab lagi, ”Kembang melati putih kecil!”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!