Enam Alasan Perlunya Mengungkap Motif Sambo
“Kebijakan” Polri ini langsung mengundang banyak kecaman, lantaran selain dinilai aneh, juga bakal menjadi bumerang yang menggerogoti citra dan kewibawaan polisi sendiri. Jika dirangkum secara singkat, ada enam alasan kenapa motif pembunuhan oleh Sambo perlu dibentangkan secara transparan.
Pertama, belum diumumkannya apa motif Sambo sampai melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman mati, bakal melahirkan banyak spekulasi, analisis, dan hoaks soal apa sejatinya motif Sambo, yang justeru merugikan kehormatan keluarga Sambo sendiri. Bakal banyak pula “penumpang gelap” yang sengaja memperkeruh suasana melalui berbagai “rekayasa” ketidakjelasan motif kenapa Sambo diduga sampai membunuh.
Dan benar saja. Begitu disebut apa motif Sambo yang sebenarnya tak bakalan diumumkan polisi, langsung berkeliaran berbagai spekulasi. HP saya saja dibanjiri dengan WA yang berisi berbagai kemungkinan motif yang mendorong Sambo sampai tega menghancurkan kariernya dan mencoreng citra Polri.
Salah satunya, dugaan Sambo merupakan perwira tinggi polisi memakai narkoba. Saat melakukan tindakannya, begitu informasi yang telah lalu lalang tersebut, Sambo sedang di bawah pengaruh narkoba. Makanya ketika mendengar ada kabar tidak baik tentang isteri atau keluarganya, emosinya yang sedang di bawah pengaruh narkoba langsung meluap. Kesadarannya sedang hilang. Dia mengatur perencanaan penembakan tanpa pikir panjang lagi. Perencanaannya juga asal-asal sehingga mudah terbongkar.
Begitu juga lantaran masih di bawah pengaruh narkoba, masih versi berita ini, Sambo sempat mengumbar kalau dia dihukum, akan membongkar keburukan-keburukan Polri. Anggota polisi yang dalam keadaan normal, apalagi seorang perwira tinggi bintang dua, tak akan mau atau berani mengemukakan ancaman seperti itu. Hanya anggota yang tengah tidak sadar di bawah pengaruh narkoba saja yang senekad itu. Dan Sambo nekad karena dalam pengaruh narkoba.
Sesudah pengaruh narkoba hilang, Sambo kembali dalam keadaan sadar. Disana dia menyesal dan minta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikannya, termasuk kepada Kapolri. Sambo juga setelah sadar mengakui semua perbuatannya dan bersedia menerima semua konsekwensi hukum perbuatan. Dari mana asal muasal persepsi, analisis atau kabar ini, tak lain muncul memanfaatkan “kekosongan” motif pembunuhan oleh Sambo yang tidak diumumkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!