Empat Tahun Tanpa Titik Damai: Mengapa Perang Rusia–Ukraina Kian Sulit Dihentikan?

ED
Kamis, 4 Desember 2025 | 18:03 WIB
Bagikan
Empat Tahun Tanpa Titik Damai: Mengapa Perang Rusia–Ukraina Kian Sulit Dihentikan?

VISI.NEWS | JAKARTA -Memasuki tahun keempat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, konflik bersenjata di kawasan itu masih jauh dari kata selesai. Berbagai inisiatif perdamaian, mulai dari negosiasi multilateral hingga pertemuan informal yang digagas Amerika Serikat, tampaknya belum mampu meredakan ketegangan yang terus meningkat.

Situasi bahkan semakin panas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengirim sinyal keras kepada negara-negara anggota NATO. Dalam pernyataannya yang disiarkan media Rusia, Putin menegaskan bahwa Moskow siap menghadapi segala kemungkinan jika Barat memutuskan ikut terlibat secara langsung. “Jika negara-negara Eropa anggota NATO memulai perang dengan Rusia, kami tidak ragu bahwa Rusia akan menang,” tegas Putin, memperlihatkan sikap bahwa konflik belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Peringatan itu membuat kekhawatiran meningkat, terutama karena perang ini telah disebut-sebut sebagai konflik paling mematikan dan destruktif di Eropa sejak Perang Dunia II. Infrastruktur hancur, ekonomi jatuh, dan korban terus berjatuhan—namun pintu perdamaian masih tertutup rapat.


Perundingan Terbaru Kembali Buntu

Upaya diplomasi terbaru pun kembali menemui jalan buntu. Pertemuan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, dengan pihak Rusia pada Selasa (2/12) tak menghasilkan terobosan apa pun terkait gencatan senjata.

Seorang pejabat diplomatik yang mengetahui pertemuan itu mengatakan bahwa kedua pihak masih mempertahankan posisi keras masing-masing. “Belum ada titik temu. Rusia ingin jaminan keamanan jangka panjang, sementara Ukraina dan AS menilai syarat tersebut terlalu berat,” ungkapnya.

Kebuntuan ini semakin menguatkan pandangan para analis bahwa perang Rusia–Ukraina kini telah memasuki fase “perang ketahanan”—di mana kedua pihak berharap lawan kelelahan secara ekonomi, politik, atau militer.


Stagnasi Perang: Bukan Sekadar Militer, Tapi Politik Global

Analis hubungan internasional menilai bahwa akar masalah yang membuat perang berlarut-larut bukan hanya kekuatan militer kedua negara, tetapi juga kepentingan geopolitik global yang saling bertentangan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.