Emas Anjlok, Antam Kini Rp2,67 Juta

ED
PN
Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:23 WIB
Bagikan
Emas Anjlok, Antam Kini Rp2,67 Juta

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah spread antara harga beli dan harga buyback. Pada Antam Logam Mulia, harga jual 1 gram setelah PPh 0,25 persen mencapai Rp2.676.675, sementara harga buyback berada di Rp2.523.000. Selisihnya sekitar Rp153.675 per gram. 

Spread tersebut berarti investor yang baru membeli emas kemudian langsung menjual kembali akan menghadapi selisih harga yang cukup besar. Oleh karena itu, pergerakan harga emas perlu dilihat dalam perspektif jangka menengah dan panjang, bukan hanya berdasarkan perubahan satu atau dua hari.

Koreksi akhir pekan juga menunjukkan bahwa harga emas sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Pernyataan pejabat The Fed mengenai inflasi mampu mengubah ekspektasi pasar secara cepat, yang kemudian berdampak pada dolar, imbal hasil obligasi dan akhirnya harga emas.

Di sisi lain, emas tetap memiliki sejumlah faktor pendukung. Ketidakpastian ekonomi global, kebutuhan diversifikasi aset, permintaan bank sentral dan potensi perubahan kebijakan moneter masih menjadi faktor yang dapat menopang harga emas dalam jangka panjang.

Pegadaian sendiri sebelumnya menilai prospek emas 2026 masih bullish dan mengutip proyeksi bahwa harga emas berpotensi mencapai US$5.000 per troy ounce. Namun, proyeksi tersebut bukan jaminan harga akan bergerak satu arah karena pasar tetap menghadapi risiko koreksi dan perubahan sentimen. 

Dengan demikian, harga emas pada Minggu (30/8/2026) pada dasarnya merupakan harga acuan dari perdagangan terakhir sebelum pasar kembali aktif. Di level ritel, Antam Logam Mulia berada di Rp2.670.000 per gram atau Rp2.676.675 setelah pajak, sementara di Pegadaian Antam berada di Rp2.711.000, Galeri24 Rp2.611.000 dan UBS Rp2.654.000 per gram. 

Pasar kini memasuki pekan baru dengan perhatian tertuju pada arah kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi Amerika Serikat serta kemampuan harga emas bertahan setelah koreksi tajam.

Bagi investor, penurunan harga emas akhir pekan ini dapat dilihat dari dua sisi. Bagi investor jangka pendek, volatilitas berarti risiko yang semakin tinggi. Namun bagi investor jangka panjang, koreksi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali harga beli, tujuan investasi, spread buyback dan strategi akumulasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.