Emas Anjlok, Antam Kini Rp2,67 Juta
Dampaknya terlihat jelas pada perdagangan akhir pekan. Reuters mencatat emas sebelumnya sempat mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan sebesar US$4.696,18 per troy ounce pada Selasa (25/8). Namun, setelah koreksi Jumat, harga emas turun 2,9 persen sepanjang pekan tersebut.
Sumber lain juga menunjukkan kisaran harga yang hampir sama. Trading Economics mencatat emas berada di sekitar US$4.454,08 per troy ounce pada 28 Agustus 2026, turun 3,18 persen dari hari sebelumnya. Dalam satu bulan, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 9,54 persen.
Perbedaan angka antara sumber global merupakan hal yang dapat terjadi karena masing-masing penyedia data menggunakan waktu pengambilan, instrumen dan metode penutupan yang berbeda. World Gold Council sendiri menegaskan bahwa pasar emas memiliki harga spot, LBMA Gold Price dan berbagai harga regional, sementara data referensi dapat diperbarui berdasarkan sumber dan jadwal yang berbeda.
Karena itu, penurunan tajam pada Jumat tidak serta-merta menghapus tren kenaikan emas sepanjang bulan. Justru kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar emas sedang berada dalam fase volatil setelah sebelumnya mengalami reli yang sangat kuat.
Di Indonesia, harga emas batangan juga tidak hanya ditentukan oleh harga emas dunia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut berperan besar. Ketika rupiah melemah, harga emas domestik dapat tetap tinggi meskipun harga emas dunia mengalami koreksi karena emas global dihitung menggunakan dolar AS.
Sebaliknya, apabila rupiah menguat bersamaan dengan turunnya harga emas dunia, tekanan terhadap harga emas dalam rupiah dapat menjadi lebih besar.
Kondisi akhir Agustus memperlihatkan kedua faktor tersebut sedang bergerak dinamis. Harga emas dunia mengalami koreksi setelah pernyataan pejabat The Fed, sementara pasar valuta asing juga terus mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Bagi investor emas, situasi ini membuat angka Rp2,67 juta per gram pada Antam menjadi penting untuk diperhatikan. Level tersebut menunjukkan harga telah terkoreksi cukup besar dibandingkan posisi sebelumnya, tetapi belum bisa langsung dianggap sebagai titik terendah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!