Emas Anjlok, Antam Kini Rp2,67 Juta

ED
PN
Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:23 WIB
Bagikan
Emas Anjlok, Antam Kini Rp2,67 Juta

VISI.NEWSHarga emas pada Minggu, 30 Agustus 2026, masih menjadi perhatian investor setelah logam mulia mengalami koreksi cukup tajam pada perdagangan terakhir pekan ini. Karena pasar emas domestik tidak mengalami perdagangan reguler pada Minggu, harga yang berlaku sebagai acuan merupakan harga terakhir pada Sabtu (29/8/2026), sementara pergerakan harga emas dunia mengacu pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan pantauan dari sejumlah sumber, harga emas Antam Logam Mulia ukuran 1 gram pada Sabtu (29/8) berada di Rp2.670.000 per gram atau Rp2.676.675 setelah memperhitungkan PPh 0,25 persen. Harga tersebut turun Rp48.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya. Situs resmi Logam Mulia mencatat perubahan terakhir harga tersebut terjadi pada 29 Agustus 2026. 

Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di Rp2.523.000 per gram. Nilai buyback tersebut turun Rp55.000 dibandingkan harga sebelumnya. Dengan demikian, terdapat selisih cukup besar antara harga pembelian dan harga jual kembali emas Antam pada akhir pekan ini. 

Di Pegadaian, harga emas juga mengalami koreksi. Data yang dikutip dari laman Pegadaian pada Sabtu (29/8) menunjukkan emas Antam ukuran 1 gram berada di Rp2.711.000. Angka tersebut turun dari Rp2.759.000 pada hari sebelumnya. Harga Galeri24 1 gram berada di Rp2.611.000, turun dari Rp2.657.000, sedangkan emas UBS 1 gram turun menjadi Rp2.654.000 dari Rp2.729.000. 

Artinya, terdapat perbedaan harga untuk emas Antam antara kanal resmi Logam Mulia dan harga Antam yang dipasarkan melalui Pegadaian. Perbedaan ini bukan berarti salah satu harga keliru, melainkan mencerminkan kanal penjualan, struktur harga dan ketentuan masing-masing.

Jika menggunakan data Pegadaian, penurunan terbesar pada perdagangan Sabtu terjadi pada emas UBS. Harganya merosot Rp75.000 per gram atau sekitar 2,75 persen, dari Rp2.729.000 menjadi Rp2.654.000. Emas Galeri24 turun Rp46.000 menjadi Rp2.611.000, sedangkan Antam di Pegadaian turun Rp48.000 menjadi Rp2.711.000. 

Untuk UBS, harga 0,5 gram berada di Rp1.434.000, 2 gram Rp5.267.000, 5 gram Rp13.051.000, 10 gram Rp25.893.000, 25 gram Rp64.604.000, 50 gram Rp128.942.000, 100 gram Rp257.784.000, 250 gram Rp644.268.000, dan 500 gram Rp1,287 miliar. 

Sementara harga Galeri24 di Pegadaian untuk 0,5 gram berada di Rp1.369.000, 1 gram Rp2.611.000, 2 gram Rp5.158.000, 5 gram Rp12.799.000, 10 gram Rp25.531.000, 25 gram Rp63.483.000, 50 gram Rp126.866.000, 100 gram Rp253.607.000, 250 gram Rp632.460.000, dan 500 gram Rp1.264.918.000. 

Untuk emas Antam di kanal resmi Logam Mulia, harga 0,5 gram tercatat Rp1.385.000 sebelum pajak, sedangkan ukuran 2 gram Rp5.280.000, 3 gram Rp7.895.000, 5 gram Rp13.125.000, 10 gram Rp26.195.000, 25 gram Rp65.362.000, 50 gram Rp130.645.000, 100 gram Rp261.212.000, 250 gram Rp652.765.000, dan 500 gram Rp1.305.320.000 sebelum PPh. Setelah PPh 0,25 persen, harga 1 gram menjadi Rp2.676.675. 

Koreksi harga emas domestik tersebut tidak terlepas dari tekanan yang terjadi di pasar emas global. Pada Jumat (28/8), harga emas dunia anjlok lebih dari 3 persen setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat masih dapat mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkan suku bunga apabila inflasi belum bergerak meyakinkan menuju target.

Reuters melaporkan harga emas spot turun 2,9 persen menjadi US$4.567,23 per troy ounce pada perdagangan Jumat. Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember juga turun 2,9 persen menjadi US$4.529,90 per troy ounce. 

Tekanan terhadap emas semakin kuat setelah pasar meningkatkan perkiraan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Menurut data CME FedWatch yang dikutip Reuters, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi 58 persen dari 36 persen sebelum pernyataan Warsh. Untuk Desember, probabilitas kenaikan meningkat hingga 89 persen. 

Situasi tersebut menjadi masalah bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Ketika suku bunga dan imbal hasil aset berbasis dolar meningkat, biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi. Selain itu, penguatan dolar AS membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. 

Dampaknya terlihat jelas pada perdagangan akhir pekan. Reuters mencatat emas sebelumnya sempat mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan sebesar US$4.696,18 per troy ounce pada Selasa (25/8). Namun, setelah koreksi Jumat, harga emas turun 2,9 persen sepanjang pekan tersebut. 

Sumber lain juga menunjukkan kisaran harga yang hampir sama. Trading Economics mencatat emas berada di sekitar US$4.454,08 per troy ounce pada 28 Agustus 2026, turun 3,18 persen dari hari sebelumnya. Dalam satu bulan, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 9,54 persen. 

Perbedaan angka antara sumber global merupakan hal yang dapat terjadi karena masing-masing penyedia data menggunakan waktu pengambilan, instrumen dan metode penutupan yang berbeda. World Gold Council sendiri menegaskan bahwa pasar emas memiliki harga spot, LBMA Gold Price dan berbagai harga regional, sementara data referensi dapat diperbarui berdasarkan sumber dan jadwal yang berbeda. 

Karena itu, penurunan tajam pada Jumat tidak serta-merta menghapus tren kenaikan emas sepanjang bulan. Justru kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar emas sedang berada dalam fase volatil setelah sebelumnya mengalami reli yang sangat kuat.

Di Indonesia, harga emas batangan juga tidak hanya ditentukan oleh harga emas dunia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut berperan besar. Ketika rupiah melemah, harga emas domestik dapat tetap tinggi meskipun harga emas dunia mengalami koreksi karena emas global dihitung menggunakan dolar AS.

Sebaliknya, apabila rupiah menguat bersamaan dengan turunnya harga emas dunia, tekanan terhadap harga emas dalam rupiah dapat menjadi lebih besar.

Kondisi akhir Agustus memperlihatkan kedua faktor tersebut sedang bergerak dinamis. Harga emas dunia mengalami koreksi setelah pernyataan pejabat The Fed, sementara pasar valuta asing juga terus mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Bagi investor emas, situasi ini membuat angka Rp2,67 juta per gram pada Antam menjadi penting untuk diperhatikan. Level tersebut menunjukkan harga telah terkoreksi cukup besar dibandingkan posisi sebelumnya, tetapi belum bisa langsung dianggap sebagai titik terendah.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah spread antara harga beli dan harga buyback. Pada Antam Logam Mulia, harga jual 1 gram setelah PPh 0,25 persen mencapai Rp2.676.675, sementara harga buyback berada di Rp2.523.000. Selisihnya sekitar Rp153.675 per gram. 

Spread tersebut berarti investor yang baru membeli emas kemudian langsung menjual kembali akan menghadapi selisih harga yang cukup besar. Oleh karena itu, pergerakan harga emas perlu dilihat dalam perspektif jangka menengah dan panjang, bukan hanya berdasarkan perubahan satu atau dua hari.

Koreksi akhir pekan juga menunjukkan bahwa harga emas sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Pernyataan pejabat The Fed mengenai inflasi mampu mengubah ekspektasi pasar secara cepat, yang kemudian berdampak pada dolar, imbal hasil obligasi dan akhirnya harga emas.

Di sisi lain, emas tetap memiliki sejumlah faktor pendukung. Ketidakpastian ekonomi global, kebutuhan diversifikasi aset, permintaan bank sentral dan potensi perubahan kebijakan moneter masih menjadi faktor yang dapat menopang harga emas dalam jangka panjang.

Pegadaian sendiri sebelumnya menilai prospek emas 2026 masih bullish dan mengutip proyeksi bahwa harga emas berpotensi mencapai US$5.000 per troy ounce. Namun, proyeksi tersebut bukan jaminan harga akan bergerak satu arah karena pasar tetap menghadapi risiko koreksi dan perubahan sentimen. 

Dengan demikian, harga emas pada Minggu (30/8/2026) pada dasarnya merupakan harga acuan dari perdagangan terakhir sebelum pasar kembali aktif. Di level ritel, Antam Logam Mulia berada di Rp2.670.000 per gram atau Rp2.676.675 setelah pajak, sementara di Pegadaian Antam berada di Rp2.711.000, Galeri24 Rp2.611.000 dan UBS Rp2.654.000 per gram. 

Pasar kini memasuki pekan baru dengan perhatian tertuju pada arah kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi Amerika Serikat serta kemampuan harga emas bertahan setelah koreksi tajam.

Bagi investor, penurunan harga emas akhir pekan ini dapat dilihat dari dua sisi. Bagi investor jangka pendek, volatilitas berarti risiko yang semakin tinggi. Namun bagi investor jangka panjang, koreksi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali harga beli, tujuan investasi, spread buyback dan strategi akumulasi.

Yang jelas, emas menutup pekan dengan tekanan cukup kuat. Dari level mendekati US$4.700 per troy ounce, emas global kembali turun ke kisaran US$4.450-US$4.570. Di pasar domestik, emas Antam pun kembali turun ke area Rp2,67 juta per gram.

Minggu ini akan menjadi ujian berikutnya: apakah koreksi tersebut hanya aksi ambil untung setelah reli panjang, atau justru awal dari tekanan yang lebih dalam jika ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat terus menguat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.